Dugaan Kejanggalan Pengangkatan PPPK, Puluhan Nakes Geruduk Kantor Dinkes Sampang

Terbit: 14 Oktober 2025 | 04:50 WIB

Sampang, Madura – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang telah mengabdi selama bertahun-tahun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin, 13 Oktober 2025.

 

Massa aksi menuntut keadilan dan transparansi atas proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang mereka nilai sarat dengan kejanggalan.

 

Para nakes menyuarakan kekecewaan mendalam karena merasa pengabdian mereka selama puluhan tahun tidak dihargai. Mereka menuding proses seleksi PPPK tidak profesional dan tidak adil, sebab banyak dari mereka yang memiliki masa kerja lama justru tidak diusulkan untuk diangkat.

 

 

Mahrus, salah satu perwakilan nakes, mengungkapkan bahwa kegagalan rekan-rekannya untuk lolos seleksi bukan karena tidak memenuhi kualifikasi, melainkan karena nama mereka sengaja tidak diajukan oleh Dinkes KB Sampang ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

 

 

“Kabar ini justru keluar dan disampaikan oleh kepala puskesmas. Rekan-rekan yang tidak lolos PPPK ini sebenarnya bukan tidak lolos, tapi tidak diusulkan oleh dinas terkait ke BKN,” tegas Mahrus di hadapan media.

 

 

Ia juga menyoroti dugaan ketidakprofesionalan dalam proses pengusulan tersebut. Menurutnya, ada tenaga kesehatan dengan masa kerja di bawah tiga tahun yang justru diusulkan dan berhasil lolos menjadi PPPK. Sementara itu, nakes lain yang telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun nasibnya terabaikan.

 

 

“Yang mengabdi selama 10 tahun lebih tidak diusulkan, sementara nakes yang belum sampai 3 tahun justru diajukan dan diterima PPPK. Kalau seperti ini, di mana sikap profesional Dinkes Sampang?” tanyanya dengan nada kecewa.

 

 

Selain masalah pengangkatan PPPK, para demonstran juga mengadukan adanya tindakan pemberhentian sepihak secara lisan yang dialami oleh sejumlah tenaga kesehatan di lapangan.

 

 

Menanggapi aksi tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, menemui massa dan berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Ia menyatakan akan segera memanggil seluruh kepala puskesmas untuk meminta klarifikasi terkait polemik yang terjadi.

 

 

“Kami sudah memperjuangkan semua nakes. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil semua Kepala Puskesmas untuk menyinkronkan apa sebenarnya yang terjadi di bawah,” ujarnya singkat.

 

 

Para nakes berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi dan pengusulan PPPK agar keadilan dapat ditegakkan bagi mereka yang telah setia mengabdi untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang.

 

[kor/gim/dbs]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *