Jawaban Buya Yahya Tegas, Ditanya Soal Kecurangan Pilpres 2024

Terbit: 19 Februari 2024 | 15:46 WIB

Maduraexpose.com— Buya Yahya menjawab dengan tegas sebuah pertanyaan yang disampaikan jamaah pengajian.

Sesi tanya jawab bersama Buya Yahya itu disiarkan melalui channel Youtube Al-Bahjah TV dilihat Maduraexpose.com hari ini sudah ditonton lebih dari sejuta umat, Senin 19 Februari 2024.

“Dari semula, dari sebelum pemilihan berlangsung, kami berpesan bahwasanya selamatkan hatimu selamatkan diriimu, sehingga disaat memilih pastikan engkau memilih adalah karena Allah bukan kepentingan hawa nafsu dan urusan pribadimu”, demikian Buya Yahya merespon pertanyaan jamaah soal hukum Pilpres curang.

Lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan, jauh sebelum Pilpres 2024 berlangsung, pihaknya sudah mengajak umat islam agar memilih calon pemimpin itu semata-mata karena Allah SWT bukan karena ada sesuatu.

“Mohon kepada Allah kemudian istigkhoro untuk ditambahi sedekah dan lainnya, baru besok pilih apa yang sesuai dengan hati nuraninya yang bersih tadi yang tidak ada kepentingan pribadi. Coblos!. Biarpun nanti yang keluar dajjal tidak dosa, itu yang terpenting”. Tandasnya.

Terkait dengan ramainya soal dugaan adanya kecurangan dalam pemilihan pemimpin, Buya Yahya memberikan analogi menurut pandangan hukum sesuai ajaran nabi.

“Kemudian disaat seperti ini, benar tidaknya perubahan (perolehan suara,Red), apakah betul? Kalau bicara ril, seandainya ada, betul dan nyata. Kami tidak usah bicara, menggunjing orang lain, tapi langsung anda saja (sambil menunjuk jemaah yang hadir).”

“ Kalau Anda merubah, dusta, berdusta dong. Biarpun (mohon maaf) ingin memenangkan orang yang menurut Anda “Nabi”, nggak usah orang biasa, tapi kalau dengan cara berdusta, berdosa, Anda berbohong berdusta merubah angka.” tandas Buya Yahya.

Buya Yahya mengurai kembali pertanyaan jamaah soal hukum merubah angka suara untuk memenangkan calon tertentu. Menurutnya jika itu dilakukan, apapun alasannya maka disebut sebagai orang yang berdusta.

“Anggap saja Anda yang merubah angka, dari 100 menjadi 150 Anda berdusta, berarti Anda sudah bukan karena Allah membelanya, ada “sesuatu”. Orang-orang seperti itu tidak akan menjadi pembela pemimpin yang benar, biarpun pemimpinnya benar. Anggap saja calonnya dua, yang satu firaun yang satu Musa, ibaratnya.” Buya Yahya melanjutkan pencerahannya didepan jamaah.

“Seandainya calon dua, calonnya kan tiga ya. Kalaupun Anda membela nabi Musa dengan cara berbohong, Anda bukan karena Allah lagi sudah. Ingat, tujuan sebaik apapun jika diraih dengan cara tidak baik, hasilnya jelek. Anda mau shalat wudhu’ pakai air kencing tidak akan suci sampai kapanpun. Apalagi lagi dukung Fir’aun dengan cara berbohong misalnya, ya..salah. Wong dukung Musa (dengan cara,Red) berbohong nggak boleh kok.” Imbuhnya.

Buya Yahya menyarankan, jika ada jamaah yang melihat adanya kecurangan dan dianggap mampu untuk melakukan perjuangan sesuai konstitusi dipersilahkan. Namun jika tidak mampu disarankan untuk berdoa saja.

“Terlepas kejadian yang sesungguhnya, sekarang begini, saya akan kembalikan ke hati. Kalau Anda melihat berubah-rubahnya itu semua, Anda cukup ngadu, Anda bisa antisipasi kebohongan Anda lakukan kalau Anda punya kemampuan. Kalau Anda tidak punya kemampuan cukup berdo’a: Pertama, bebaskan diri Anda, tidak senang dengan kebohongan itu.” Buya Yahya lebih sederhana dan rinci.

“Kalau ternyata pemimpin yang anda pilih ternyata pengikutnya banyak berbohong , hingga merubah angka menjadi menang, loh kok anda ikut senang? Anda bukan karena Allah lagi!. Wong ada kebohongan didalamnya kok. Saya kembalikan lagi kepada Anda. Kalau anda menganggap itu ada kebohongan, didalamnya ada kebohongan, sudah terlanjur anda dukung sebelumnya, maka anda harus inkar dengan kebohongan itu. Berarti itu tidak benar.” Tandas Buya Yahya di channel Al-Bahjah TV yang saat ini memiliki 5,49 jt subscriber. [*]

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *