Herman Dali Kusuma ‘Turun Gunung’ di Talango: Rekonsiliasi Politik atau Sekadar Buka Bersama?

Terbit: 15 Maret 2026 | 23:30 WIB

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP – Di tengah dinamika pasca-kontestasi yang sering kali meninggalkan residu sektoral, mantan Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma, SH, MH, menunjukkan langkah yang menyejukkan. Bertempat di Klinik Pratama Ummi, Kecamatan Talango, sebuah momentum bertajuk buka puasa bersama digelar dengan narasi yang melampaui sekadar tradisi seremonial.

Acara yang diinisiasi oleh keluarga besar yayasan ini mengusung motto yang cukup puitis namun sarat makna: “Melunturkan ego, membuka pintu maaf, dan merajut kembali persaudaraan”. Sebuah diksi yang dalam kacamata Administrasi Publik dan Sosiologi Politik disebut sebagai upaya Social Bonding (penguatan ikatan sosial) untuk memulihkan kohesi masyarakat di tingkat akar rumput.

Sinergi Doa dan Usaha: Formula Sukses Dua Dimensi

H. Herman Dali Kusuma, yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan, menegaskan bahwa filosofi kegiatan ini adalah tentang keikhlasan dalam menerima perbedaan melalui prinsip Saling Asah dan Saling Asuh. Menurutnya, kombinasi antara doa dan usaha adalah variabel tetap dalam meraih kesuksesan yang berorientasi pada kemaslahatan dunia maupun akhirat.

“Doa dan usaha adalah kombinasi paling kuat untuk meraih sukses. Kesuksesan dunia dan akhirat itu harus berjalan beriringan,” ujar Herman dalam pesan tertulisnya yang diterima redaksi Madura Expose.

Kekuatan ‘Dinasti’ Profesional di Klinik Pratama Ummi

Menariknya, acara ini juga menampilkan barisan profesional kesehatan yang berada di bawah naungan yayasan. Selain Pembina Hj. Kusmawati, SST, S.Ked, MH, tampak sederet nama klinisi seperti Dr. Prasetyo Aji Nugroho hingga drg. Firdaus Fatahillah yang memperkuat eksistensi Klinik Pratama Ummi Talango sebagai pusat pelayanan publik yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Pengamat kebijakan publik menilai, kehadiran tokoh-tokoh profesional di tengah momentum keagamaan ini memperkuat teori Service-Dominant Logic dalam pelayanan kesehatan, di mana kedekatan emosional antara penyedia layanan (yayasan) dan masyarakat (pasien) menjadi kunci keberlanjutan sebuah institusi.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan atas ikhtiar merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang akibat ego sektoral.

Suasana hangat silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Yayasan Klinik Pratama Ummi Talango untuk merajut persaudaraan.
RAJUT PERSAUDARAAN: Melalui motto “Melunturkan Ego dan Membuka Pintu Maaf”, acara ini menjadi momentum rekonsiliasi sosial dan penguatan spiritual bagi seluruh staf dan jajaran pimpinan yayasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EDITORIAL NOTE
Rekonsiliasi Pasca-Laga: Merawat Nalar Sehat di Tengah Gempuran Ego

Momentum buka puasa bersama yang diinisiasi oleh H. Herman Dali Kusuma di Klinik Pratama Ummi, Talango, membawa pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar silaturahmi tahunan. Di tengah residu kontestasi yang sering kali menyisakan polarisasi tajam di tengah masyarakat, seruan untuk “Melunturkan ego dan merajut kembali persaudaraan” menjadi oase yang menyejukkan.

Dalam kacamata Administrasi Publik, harmoni sosial adalah prasyarat mutlak bagi keberhasilan pembangunan daerah. Tanpa kohesi sosial yang kuat, kebijakan semolek apa pun akan kandas di tengah jalan akibat fragmentasi kepentingan. Apa yang dipraktikkan oleh tokoh senior seperti H. Herman adalah bentuk nyata dari Political Maturity—sebuah kedewasaan politik yang menempatkan keutuhan sosial di atas kepentingan sektoral.

Redaksi https://www.google.com/url?sa=E&source=gmail&q=MaduraExpose.com memandang bahwa langkah merajut kembali persaudaraan melalui sektor pelayanan kesehatan (Klinik Pratama) adalah strategi jitu. Di sana, ego luluh di hadapan misi kemanusiaan. Kami meyakini bahwa hanya dengan kombinasi antara usaha yang gigih dan doa yang tulus, Sumenep bisa melampaui masa-masa sulit ekonomi global saat ini. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk kembali saling asah, asih, dan asuh demi masa depan yang lebih barokah.

Pimpred MaduraExpose.com— Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ramadan Garut Utara: Cara Imas Aan Ubudiah Mengetuk ‘Pintu Langit’ Lewat Aspirasi Rakyat

Terbit: 19 Maret 2026 | 17:35 WIB Sebuah kolase eksklusif oleh MaduraExpose.com mengenai misi solidaritas Ramadan oleh Imas Aan Ubudiah (Komisi VI DPR RI – PKB) di Garut Utara. Visual…

Di Garut Selatan, Imas Aan Ubudiah “Suntik” Semangat Empat Pilar ke Tim SAJATI

Terbit: 18 Maret 2026 | 13:45 WIB GARUT, MaduraExpose.com – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang dialektika kebangsaan bagi Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah. Melalui unggahan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *