Ratusan Senior IKA PMII Sumenep Gelar Bukber Dan Santunan

Terbit: 13 Maret 2026 | 19:00 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Kekuatan jejaring alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan jati dirinya sebagai pilar penyokong sosial yang solid. Tidak sekadar berkumpul, IKA PMII Sumenep menggelar rangkaian acara spiritual dan kemanusiaan yang mendalam, mulai dari Khotmil Qur’an hingga pemberian santunan kepada puluhan anak yatim, Kamis (12/03/2026).

Pertemuan lintas generasi ini menjadi panggung pembuktian betapa kader PMII telah berdiaspora mengisi pos-pos strategis. Selain kehadiran anggota legislatif, advokat, dan akademisi, tampak hadir pula tokoh-tokoh sentral pengelola dana publik. Keberadaan Ketua Baznas Kabupaten Sumenep yang juga merupakan kader tulen PMII, mempertegas sinergi antara nilai-nilai pergerakan dengan tata kelola filantropi Islam yang profesional di Bumi Sumekar.

Ketua IKA PMII Sumenep, Hairullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa esensi dari identitas kader adalah kemanfaatan. “PMII adalah aset besar bagi Sumenep. Hari ini kita saksikan kader-kader kita ada di dewan, di lembaga hukum, hingga di Baznas. Khotmil Qur’an dan santunan yatim ini adalah pengingat bahwa di balik posisi strategis yang kita emban, ada tanggung jawab spiritual dan sosial yang harus kita tunaikan secara bahu-membahu,” tegas Hairullah.

Secara sosiologis, keterlibatan aktif para alumni dalam kegiatan santunan ini menunjukkan bahwa Social Capital (Modal Sosial) yang dimiliki IKA PMII Sumenep mampu dikonversi menjadi aksi nyata yang menyentuh akar rumput. Khotmil Qur’an yang digelar juga menjadi simbol bahwa gerakan intelektual alumni tetap berpijak pada fondasi spiritualitas yang kokoh.

Kehadiran ratusan kader dari berbagai profesi ini pun ditutup dengan momen buka puasa bersama yang penuh keakraban. Momentum ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa konsolidasi “Bintang Sembilan” di Sumenep bukan sekadar simbolis, melainkan gerakan organik yang terus bergerak mengisi setiap ruang pembangunan di Madura. (Red)

Editorial Note: Eksistensi alumni organisasi pergerakan dalam struktur sosial masyarakat bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan instrumen vital dalam mengawal arah kebijakan publik. Kehadiran kader-kader PMII di lembaga strategis seperti Legislatif hingga Baznas merupakan bukti distribusi kepemimpinan yang merata. MaduraExpose.com memandang kolaborasi intelektual dan spiritual ini sebagai energi positif bagi kemajuan Madura. Karena sejatinya, tangan yang kuat adalah tangan yang mau merangkul mereka yang kecil.

Ferry Arbania Executive Editor, Madura Expose Global Media (Eks Kader PMII)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ramadan Garut Utara: Cara Imas Aan Ubudiah Mengetuk ‘Pintu Langit’ Lewat Aspirasi Rakyat

Terbit: 19 Maret 2026 | 17:35 WIB Sebuah kolase eksklusif oleh MaduraExpose.com mengenai misi solidaritas Ramadan oleh Imas Aan Ubudiah (Komisi VI DPR RI – PKB) di Garut Utara. Visual…

Di Garut Selatan, Imas Aan Ubudiah “Suntik” Semangat Empat Pilar ke Tim SAJATI

Terbit: 18 Maret 2026 | 13:45 WIB GARUT, MaduraExpose.com – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang dialektika kebangsaan bagi Anggota DPR RI Komisi VI, Imas Aan Ubudiah. Melalui unggahan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *