Semen Padang Hospital Kembali Layani Pasien

Terbit: 18 Februari 2024 | 05:05 WIB

Maduraexpose.com- Setelah sempat mengalami ledakan beberapa pekan lalu, akhirnya Semen Padang Hospital (SPH) kembali melayani pasien. Layanan poliklinik dimulai sejak Jumat (16/2/2024).

“Poliklinik Semen Padang Hospital dibuka kembali untuk umum Jumat kemarin. Lokasi layanannya adalah di sebelah gedung Klinik Semen Padang By Pass. Registrasi dilakukan onsite mulai jam 07.00-15.00 WIB,” jelas GM Corporate Communication SPH dr. Dewi Nensi Putri, MARS, di Padang, Sabtu (17/2/2024).

Untuk pelayanan yang dibuka yakni Poliklinik Anak, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Bedah Umum, Poliklinik Bedah Syaraf, Poliklinik Syaraf, Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah, dan Poliklinik Kulit dan Kelamin.

“Kami siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan tim medis yang berkompeten. Silakan datang dan berkonsultasi untuk mendapatkan perawatan yang Sahabat SPH butuhkan. Terima kasih atas kepercayaan Anda,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut, kata dr. Dewi, pasien atau keluarga pasien yang ingin berobat ke Semen Padang Hospital untuk dapat menghubungi Whatsapp Informasi ke nomor 0811 6643 555.

“Kami siap memberikan informasi seputar layanan yang kami berikan,” pungkas dr Dewi.

Seperti diketahui, musibah ledakan terjadi di Semen Padang Hospital (SPH), Selasa (30/1/2024) sekitar pukul 15.30. Pasca kejadian itu, layanan SPH dihentikan untuk sementara waktu. Sementara pasien rawat inap dipindahkan ke rumah sakit terdekat.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *