Harlah NU ke-101, LAZISNU Sumenep Bedah Rumah prasejahtera di 5 kecamatan

Terbit: 7 Februari 2024 | 23:51 WIB

Maduraexpose.com– Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-101 Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep meluncurkan program bedah rumah untuk warga prasejahtera di 5 kecamatan di Sumenep, Rabu (07/02/2024).

Program tersebut merupakan salah satu bentuk dakwah bilhal NU, yaitu dakwah dengan perbuatan nyata. Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq mengatakan bahwa program bedah rumah bertujuan untuk membantu masyarakat prasejahtera memiliki rumah yang layak huni.

“Bedah rumah ini adalah model dakwah NU. Bukan hanya pidato, dakwah bilmaqal dan bilhal ini juga penting. Kita memberi contoh yang konkret di tengah-tengah masyarakat,” kata Kiai Pandji.

Program bedah rumah dikolaborasikan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. LAZISNU Sumenep juga melibatkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat sebagai panitia lokal untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan selama proses pembangunan.

“Segala kebutuhan tentunya kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Kita masifkan koordinasi dengan panitia lokal hingga pembangunan rumah selesai,” ungkap Quraysi Makki, Ketua NU-Care LAZISNU Sumenep.

PCNU Sumenep secara simbolis meresmikan dan meletakkan batu pertama program bedah rumah di kediaman Sumarwi, warga Desa Jadung, Kecamatan Dungkek. Peresmian dan peletakan batu pertama di tiga kecamatan lain dilakukan serentak oleh MWCNU setempat.

Program bedah rumah merupakan salah satu wujud kepedulian NU terhadap masyarakat prasejahtera. LAZISNU Sumenep berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan di Sumenep.[Miko/Han]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *