Kisah Ratusan Siswa Kalianget “Dilarang Masuk Tanpa Ijin Pemilik Lahan”

Terbit: 4 Februari 2024 | 06:56 WIB

Maduraexpose.com—Awal pekan yang menyenangkan bagi Ratusan siswa SMK Negeri 1 Kalianget saat berangkat dari rumah demi menuntut ilmu sebagai bekal masa depan.

Namun betapa kagetnya, ketika dihalaman pintu masuk sekolah, sebuah spanduk terbentang lengkap dengan tulisan, “Dilarang Masuk Tanpa Ijin Pemilik Lahan.”

Peristiwa yang mengiris batin siswa itu sungguh sangat disayangkan, bukankah masih ada upaya dialogis yang bisa dilakukan antara pemilik lahan dengan pihak sekolah, atau setidaknya berembuk dengan Kepala Daerah yang saat hingga saat ini masih di pimpin oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Achmad Fauzi Wongsojudo.

Awal pekan yang begitu tidak mengenakkan, ratusan siswa hanya bisa bertanya-tanya apa yang terjadi dengan sekolah yang mereka kagumi selama ini.

Peristiwa penyegelan lahan itu, demikian para ‘kuli tinta’ memberikan istilah untuk menggambarkan bahwa aktivitas pendidikan harus dihentikan dan tidak boleh ada satupun yang masuk tanpa seizin dari pemilik lahan, pemasang spanduk itu.

Peristiwa itu terekam dalam benak ratusan siswa, ingatan kita semua, bahwa Hari itu, Senin 18 September 2023, sekolah disegel oleh pemilik lahan.

Tak hanya ratusan murid, puluhan guru pun terlihat menunggu di depan sekolah. Penyegelan itu konon dilakukan oleh ahli waris seperti dikonfirmasi wartawan namanya Achmad Dahlan, yang disebut sebagai pemilik lahan sekolah.

Kondisinya makin membuat suasana gaduh dan hati kian terenyuh. Pagar sekolah ditutup dan dipasang dua spanduk bentang bertuliskan ‘Dilarang Masuk Tanpa Ijin Pemilik Lahan’.

Mata kamera wartawan masih mengintai lokasi, rupanya masih ada spanduk lain yang juga sudah terpasang di tempat itu, ‘Mohon maaf kepada adik-adik siswa atas terganggunya belajar di sekolah ini. Dilarang membuka segel dan melakukan kegiatan apapun di atas tanah sekolah milik alm. Drs. H. Ach. Dahlan, MSi. Kami cukup sabar didzolimi sejak tahun 1996 sampai saat ini tanpa mendapatkan ganti rugi satu rupiah pun’. Demikian bunyi spanduk kedua itu.

Tampak puluhan guru tertunduk lesu, sejurus kemudian mengajak ratusan siswa yang mereka cintai berkumpul diluar kelas sambil mengajak doa bersama, meminta kepada Allah Swt. agar permasalah segera berlalu, dan kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan seperti semula.

Kepala SMKN 1 Kalianget, Ishak begitu mengetahui sekolah tempatnya bertugas disegel,dengan penuh wibawa langsung melakukan pendekatan persuasif dan memitan ahli waris mengizinkan ratusan siswa tetap belajar seperti biasa.

“Kami langsung menemui ahli waris, meminta tolong agar segel dibuka biar anak-anak bisa belajar di sekolah. Tapi ahli waris menolak,” kata dia dengan eskpresi sedih.

Diceritakan Ishak kepada awak media, pihaknya sudah berupaya membujuk ahli waris bersama wakil kepala sekolah, komite sekolah, dan kepala cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Sumenep.

“ Namun ahli waris tetap bersikukuh tidak mau membuka segel sekolah, sampai ada kejelasan ganti rugi lahan yang digunakan SMKN 1 Kalianget,” tutup Ishak.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *