Apakabar Kasus Ledakan Potasium Desa Bates Dasuk Sumenep?

Terbit: 25 Januari 2024 | 00:05 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com— Berita bukanlah sandiwara radio yang dramanya kadang harus diselingi dengan iklan sponsor lewat maksimal satu menit. Begitu juga dengan kasus ledakan potasium yang baru-baru ini mengguncanga Dusun Laok, Desa Bates, Kecamatan Dasuk Sumenep, Madura pada Selasa Malam lalu, tepat tanggal 2 Januari 2024.

Polres Sumenep merilis keadian tersebut melalui keterangan tertulis yang menyebut kejadian itu dirumah koso milik Atmawi Warga Dusun Laok, Desa Bates, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Berita itu sempat simpang siur karena beberapa keterangan dinilai ada kejanggalan. Hingga kini, kalangan media menunggu perkembangan kasus tersebut setelah Kapolres Sumenep sebelumnya AKBP Edo Satya Kentriko digeser ke Polda Jatim dan posisinya digantikan oleh AKBP Henri Noveri Santoso sebagai Kapolres Sumenep.

Terkait kasus ledakan dashasyat yang menyerupai suara bom dan menggegerkan warga di Kecamatan Dasuk itu perlu diusut tuntas, siapa pemilik potasium itu, siapa yang melempar dan apa motifnya hingga melukai warga setempat bernama Atmawi.

Dimalam peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 20.30 WIB, korban Atmawi diterangkan dalam rilis sedang memantau situasi dekat pekarangan rumahnya itu, mengaku melihat sesuatu yang sangat mencurigakan.

Kepada petugas, seperti disebut dalam rilis Humas Polres Sumenep, korban malah mengaku melihat seseorang yang tak dikenal korban penuh gelagat mencurigakan , mondar-mandir dekat pekarangan rumahnya.

Didepan rumah Atmawi, yang disbeut-sebut sebagai korban lemparan potasium itu terdapat sebuah toko milik tetangganya. Sedang Mushalla milik korban memang digunakan tempat singgah untuk istirahat. Atmawi mengaku sedang menjaga milik Seleha dari jarak tak kurang dari 150 meter.

“Saat itu toko Seliha sedang tutup. Tiba-tiba Atmawi melihat ada pengendara sepeda motor yang tidak dikenal sedang mondar mandir di dekat toko milik Seliha. “Karena curiga, korban Atmawi sambil memindahkan sepeda motor miliknya pindah ke gardu di belakang musala dengan maksud untuk bersembunyi,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti dalam keterangan tertulisnya pada Rabu 3 Januari 2024.

Mantan Kapolsek Sumenep Kota ini melanjutkan keterangannya, setelah beberapa menit Atmawi bersembunyi di gardu belakang musala miliknya, korban “mengaku” sedang tidur-tiduran sambil telpon-telponan dengan seseorang.

“Tiba-tiba ada suara ledakan dekat gardu tempat Atmawi istirahat (terdengar sangat keras). Jarak ledakan sekitar 2 meter dari tempat korban. Kemudian Atmawi berteriak minta tolong sehingga ada sebagian warga yang datang ke lokasi,” imbuhnya.

Akibat ledakan keras yang diduga potasium itu membuat korban Atmawi menderita luka lecet di bagian belakang telinga kiri.
“Sepeda motor milik korban mengalami rusak, jendela musala pecah. Kerugian secara materil ditaksir RP 15.000.000,” tuturnya.
Keterangan Kapolres Sumenep Berbeda Dengan Kasi Humas AKP Widiarti

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko S.H.,S.I.K.,M.H. menjelaskan perkembangan terbaru hasil penyelidikan atas terjadinya ledaka hebat di Dusun Laok, Desa Bates Kecamatan Dasuk Sumenep, Selasa malam 03 Januari 2024.

Dugaan sementara hasil penyelidikan di TKP, lanjut Kapolres Edo, terjadinya ledakan bersumber dari dalam rumah kosong milik warga yang saat ini dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Sampai saat ini kita masih mengejar pemilik rumah, belum diketahui pemiliknya. Dan tadi malam kita sudah periksa TP TKP, memasang policeline dan memeriksa sejumlah saksi,” demikian Kapolres Edo saat memberikan keterangan di Mapolres Sumenep, Rabu 03 Januari 2024.

Disinggung soal orang yang mondar mandir dekat lokasi sebelum terjadinya ledakan, Kapolres Sumenep menerangkan, bahwa sosok tersebut tidak ada kaitannya dengan ledakan. Bahkan dari analisis sementara tim olah TKP, menyebutkan ledakan terjadi belum bisa dikaitkan dengan tindakan teror.

‘Analisa sementara tim olah TKP (ledakan) berasal dari pupuk potasium atau biasa digunakan untuk bom ikan.” timpalnya.
Diberitakan sebelumnya, Atmawi menjadi korban ledakan yang terjadi di Dusun Laok Desa Bates Kecamatan Dasuk hingga mengalami luka di bagian telinga kiri. Namun versi Kapolres Edo luka korban dibagian leher.

Sebuah kendaraan roda dua dekat TKP juga mengalami kerusakan akibat ledakan potasium tersebut.
“Kerugian ditaksir Rp 15 juta karena sejumlah properti didalam rumah mengalami kerusakan,” tutup Kapolres Edo. (Ferry Arbania/Maduraexpose.com)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *