Bupati Panen Penghargaan, Kepala Dispendik Sumenep Tuai Kecaman

Terbit: 25 Desember 2023 | 04:32 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Sejak beberapa tahun terakhir menjalani posisinya sebagai kepala pemerintahan daerah, Bupati Sumenep Achmad Fauzi kerap menerima sejumlah penghargaan.

Namun dibalik prestasi yang diterima Bupati Sumenep itu, sejumlah Kepala OPD justru dihantam berbagai kritik pedas hingga kecaman dan aksi unjuk rassa. Bahkan kasus yang menjadi temuan Dear Jatim telah dilakukan pelaporan terhadap aparat penegak hukum .

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sumenep juga ‘diganjar’ dengan Raport Merah. Itu terungkap saat Aktivis Dear Jatim menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan yang dinahkodai Agus Dwi Saputra pada Kamis 21 Desemebr 2023 lalu.

Saat melakukan aksi unjuk rasa, sempat terjadi pembakaran ban hingga tuntutan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep mundur dari jabatannya.

Ali Rofiq Korlap Aksi Dear Jatim saat berorasi menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran dan realisasi belanja daerah ke Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep sebesar Rp.867.274.407.112,00, namun yang terealisasi diduga hanya sebesar Rp.680.864.999.736,47.

Anggaran itu, lanjut Rofiq semestinya untuk realisasi belanja hibah, realisasi belanja Bantuan Sosial perindividu, belanja pegawai BOS, anggaran modal BOS, pajak BOS, pembangunan gedung sekolah/ DAK dan lain-lain dengan tujuan agar membaiknya sistem tata kelola pendidikan.

Pihaknya juga menyinggung soal bantuan hibah dari Kemendikbud berupa peralatan TIK SD dan peralatan TIK SMP yang menurutnya tidak jelas arahnya, serta kekurangan volume atas 15 pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah. Hal itu diakui oleh pihak dinas terkait saat menemui mahasiswa pengunjuk rasa dan berjanji untuk mengoreksinya kembali.

Ali Rafiq Korlap aksi Dear Jatim juga menyinggung laporannya kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH).
Ketua Dear Jatim Mahbub Junaidi mengatakan, sebelum aksi unjuk rasa dilakukan pihaknya mengaku banyak pihak yang menghubungi dirinya.

“Dari kemarin banyak yang nelpon. Biasa mau intervensi, tapi kami tetap komitmen terhadap gerakan memberantas korupsi di Kabupaten Sumenep ini,” timpalnya kepada wartawan. [dbs/fer]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *