Membongkar Sosok Pejabat Sumenep Berinisial APD, Pemilik 2 Kresek Berisi Miliaran Rupiah

Terbit: 18 Desember 2023 | 17:26 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Paca penetapan HS alias H. Sugianto oleh pihak Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Beredar kabar, sejak ditetapkannya HS sebagai tersangka banyak oknum pejabat di Sumenep yang ikut gelisah dan susah tidur karena diduga ikut menikmati “uang upeti” dari pengusaha berinisial HS. Orang Sumenep yang dulu dikenal tajir melintir.

Adalah sosok Fauzi AS, aktivis yang dikenal memiliki banyak data itu, secara blak-blakan menyentil dugaan “uang panas” dari HS yang masuk ke kantong oknum pejabat penting dilingkaran Pemkab Sumenep. Berbagai dalih dilakukan demi memuluskan akal licik dan modus operandi demi “memanfaatkan” uang dari HS.

Terbaru, Fauzi AS menyinggung soal dua tas kresek hitam berisi uang miliaran rupiah yang diduga kuat pelakunya berisinial ADP.

Informasi yang berkembang dikalangan Jurnalis senior, si ADP saat ini memiliki posisi mantereng lingkungan Pemkab Sumenep. Konon dia juga punya hubungan kekeluargaan dengan orang terhebat di Kabupaten ini. Kalau meminjam istilah Kurniadi Advokat, tokoh itu M-0.

Soal uang miliaran rupiah yang disentil sebelumnya oleh Fauzi As melalui sejumlah media pemberitaan. Dua tas kresek yang dibawa ADP pun menjadi viral dan ramai diperbincangkan.

Sejumlah inisial pejabat penting pun diumbar Fauzi AS kepermukaan, termasuk M1 di viralkan.

Meski Fauzi AS tak tunjuk hidung soal nama-nama pejabat yang diduga terima uang dari HS itu, bos Mami Muda ini memberikan tanggapan santai.

“Oh, mantan M1 itu bukan hanya satu mas, ada beberapa tunggu saja”. tandasnya.

Lebih lanjut Fauzi memaparkan bahwa jika dalam kasus HS yang terjadi di jaman Suharto saja, Polda Jawa Timur masih melakukan penyidikan, maka di ujung penetapan HS sebagai tersangka, akan banyak pejabat juga yang akan dilaporkan dalam kasus dugaan pemerasan.

“Iya baguslah ini kasus kadaluarsa yang terjadi di jaman Suharto dilanjut saja, nanti kita laporkan juga soal beberapa pejabat Sumenep ini yang terlibat dalam dugaan Pemerasan.”

Ketika ditanya ada kaitan apa antara HS dengan pejabat yang dimaksud, Fauzi menjawab tidak perlu menjelaskan, yang terpenting pesannya sudah sampai “tandas Fauzi.”

Fauzi membeberkan bahwa dua tas kresek uang dengan jumlah 1,650 Milyar itu dibungkus kresek hitam. Ya kita lihat saja nanti siapa yang akan sakit perut makan uang dua kresek hitam itu. Uang itu kan langsung diantar dan diterima oleh yang bersangkutan di rumahnya sekitar jam satu siang hari.

Terkait siapa yang mengantar dan menerima uang yang diduga hasil pemerasan itu, Fauzi enggan menjawab. Ya sudah nanti itu domain APH “ungkapnya.

Fauzi AS menceritakan uang itu ditarik oleh “kurir upeti” dari Bank Plat Merah ke Bank berkelas Asia.

“Pengeluaran uang miliaran itu dikeluarkan atas perintah pencairan dana dari Badan Pengelolaan aset daerah tertanggal 16 Desember 2021,” jelas Fauzi sambil menunjukkan dokumen yang dia pegang.

Lebih jauh Fauzi AF juga menyinggung peran ADP terkait bantuan anak yatim yang diduga fiktif alias tipu-tipu.

“Terdapat catatan kepentingan anak yatim sebesar Rp 135 juta yang diduga itu hanya akal-akalan saja alias fiktif bin tipu-tipu. Coba tanyakan ke ADP, anak yatim yang mana, bisa nggak dia perlihatkan daftaenya. Ini penting untuk ditelusuri rekan-rekan wartawan. Saya menelusuri ada dugaa pemerasan terhadap HS dengan modus beramal untuk anak yatim,” pungkasnya.

Seorang pejabat yang diduga berinisial ADP telah diupayakan konfirmasi oleh gabungan wartawan.

Namin ADP (inisial) yang sekarang diduga punya jabatan strategis dilingkungan Pemkab Sumenep merespon dengan pesan suara seperti orang ketakutan.

“Tidak lah saya tidak mau menanggapi, biarlah sudah mas saya tidak mau menanggapi sudah, tidak mau menanggapi apa-apa sudah.”

Sementara ditanya terkait uang dua tas kresek hitam itu, ADP juga mengatakan bahwa dirinya tidak mau mengomentari hal itu.

“Saya tidak mau komentar sudah mas, saya tidak mau komentar takut terjadi polemik lagi, maaf ya maaf”, ujarnya yang disampaikan melalui panggilan WhatsApp milikinya. (*)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *