K. Sahli Hamid: Menilik Perjalanan Panitia Haul ke-6 ke Dalwa Pasuruan

Terbit: 26 Januari 2023 | 00:20 WIB

Banyak keistimewan dan hal tak terduga yang terjadi kepada rombongan perwakilan Panitia Haul Kiai Rowi saat melakukan perjalanan ke Pasuruan untuk melaksanakan rapat koordinasi bersama tuan rumah Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun, Selasa-Rabu (24-25 Januari 2023).

Rombongan berangkat Senin malam jam 22.00 WIB dan tiba di Bangil jam 05.00 Selasa pagi, langsung menuju rumah ketua panitia KH. AS’AD SYAFI’I sekitar alun-alun Kota Bangil. Sang tuan rumah telah siap menyambut dan langsung disuguhi roti maryam dan kopi hangat.

Sesaat kemudian, dinginnya pagi terasa hilang setelah K. As’ad mengajak rombongan untuk bertawassul membaca Qosidah Mudariyyah karya Imam Muhammad bin Sa’id Al-Bushiri untuk kesuksesan, keselamatan dan kelancaran haul.

Selanjutnya rombongan bergerak ke Dalwa sekitar jam 08.00 WIB untuk bertawassul di Makam (pesarean) Habib Hasan bin Ahmad Baharun muassis PP Darullughah Wadda’wah (Dalwa) yang berada di area pesantren. Lantunan bacaan Al-Qur’an dan tahlil membuat hati larut dalam gelombang mahabbah.

Tepat jam 09.00 WIB, rombongan menuju kediaman Habib Segaf Baharun yang telah menunggunya. Di tempat tersebut melakukan rapat sampai jam 11.30. Berikutnya rombongan berpamitan setelah dijamu makan siang oleh tuan rumah.

Adzan Duhur berkumandang syahdu dari Masjid sekitar pondok. Rombongan melakukan shalat berjamaah, kemudian istirahat beberapa waktu.

Tiba saatnya pulang, rombongan bergerak melanjutkan perjalanan kembali menyisir jalan yang diwarnai rintik hujan menuju Surabaya. Tetiba di Suramadu, lampu mobil mulai tidak normal. Jalan yang mulai gelap disambut adzan Magrib menyisakan jejak kerinduan.

Memasuki daerah Tanah Merah, lampu mobil sudah tidak berfungsi. Laju mobil diperlambat untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Pas di Masjid Lomair, perjalanan terpaksa dihentikan dan memutuskan untuk bermalam.

Rabu keesokan harinya, sehabis subuh setelah tubuh kembali bugar, rombongan melanjutkan perjalanan pulang setelah berupaya menghidupkan mobil dengan mendorong beramai-ramai. Menjelang masuk kota Sampang, mobil mogok kembali dan terpaksa perjalanan dihentikan untuk mencari bengkel mencari penyebabnya.

Karena tidak memungkinkan, akhirnya mobil ditinggal di bengkel dan mencari armada baru (rental) untuk bisa kembali ke rumah masing-masing yang pergerakan matahari sudah menunjukkan jam 09.00 WIB.

Salahsatu personel yang juga ketua rombongan, Kiai Sahli berkomentar : “Kiai Rowi sedang mendidik kita menjalani makna kesabaran”

Rombongan merapat di kediaman pas adzan Dzuhur dan melepaskan rindu bersama keluarga, setelah dua hari menunggunya dengan penuh setia.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *