Karpet Merah Hulu Migas Bupati Sumenep

Terbit: 9 Januari 2023 | 05:09 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Baru-baru ini SKK Migas Jabanusa mengeluarkan pernyataan jika temuan dan produksi gas di Jawa Timur kemungkinan besar masih bisa ditingkatkan dan diserap pelaku industri di provinsi ini guna mendukung pasokan energi nasional.

Hal itu disampaikan Indra Zulkarnain Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa, belum lama ini. Bahkan dalam waktu dekat, akan dilakukan peresmian Lapangan MDA-MBH (2M) HCML direncanakan berbarengan dengan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu mendapat respon positif Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH yang siap berikan “karpet merah” untuk proses produksi lapangan MDA-MBH yang sudah berjalan. CNOOC Madura Limited (HCML) di Selat Madura telah berproduksi di lepas pantai Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

“Setiap investasi yang masuk ke Sumenep, kita sambut dengan karpet merah,” demikian Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH dalam acara silaturrahim pejabat SKK Migas Jabarnusa dan pimpinan perusahaan hulu migas HCML di ruang VIP rumah dinas Bupati Sumenep, belum lama ini.

Hadir dalam silaturahim ini, Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain, Manager MDA, MBH and MDK Development Project HCML Dirzi Zaidan, dan Regional Office and Relation Manager HCML, Hamim Tohari.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa ketentuan dalam konstitusi migas adalah milik Negara yang berkuasa penuh atas kekayaan migas.
“Kita dukung industri hulu migas secara penuh. Ketentuan dalam konstitusi, migas adalah milik Negara,”tandasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep ini menambahkan, bahwa beberapa perusahaan hulu migas telah beroperasi dan berproduksi.Termasuk soal feedback dari K3S, lanjut Keponankan Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah itu diatur sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah tinggal menerima DBH migas yang sudah dihitung berdasarkan regulasi yang ada,” imbuhnya merinci.

Sementara, Manager MDA, MBH, and MDK Development Project HCML, Dirzi Zaidan seperti dilansir Maduraexpose.com dari laman Republika menuturkan, kapasitas gas yang dihasilkan dari Lapangan MDA-MBH jika penuh (full capacity) mencapai 140 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Saat awal, volume lifting gas mencapai 87 MMSCFD.

Produk gas HCML dari lapangan MDA-MBH di lepas pantai Kabupaten Sumenep dimanfaatkan PT Petrokimia Gresik (PKG). “Gas itu dialirkan melalui East Java Gas Pipeline (EJGP),” ujar Dirzi Zaidan.

Ia melanjutkan, proses konstruksi lapangan ini memakan waktu 14 bulan mulai Juni 2021 dan selesai pada Agustus 2022. Pengerjaan facility processing unit (FPU) Trunojoyo 1 dilakukan di Cina, dengan pemantauan dan monitoring penuh dari jarak jauh dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi.

Pada fase kegiatan konstruksi, jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 400 orang. Mereka bergerak ke titik lokasi dari dua wilayah yakni Pelabuhan Kalianget Sumenep dan Pelabuhan Probolinggo. [ROL/FER]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *