Hasil Survey Bappeda dan Unibraw:76 Persen Kinerja Bupati Fauzi Memuaskan

Terbit: 10 Januari 2023 | 03:48 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah Sudah hampir dua tahun memimpin Kabupaten Sumenep dengan mempersembahkan berbagai prestasi baik tingkat regional dan nasional.

Selain itu, Bupati dan Wabup juga membuat kebijakan-kebijakan yang dinilai pro rakyat dan berhasil membawa Kabupaten Sumenep ke arah kemajuan lebih baik, sehingga berdasar hasil survei kinerja pemerintahan yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang, sebanyak 76 persen masyarakat puas dan sangat puas atas kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

“Kepuasan terhadap kinerja Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah secara umum menunjukkan kepuasan tinggi di kalangan masyarakat Kabupaten Sumenep, sesuai hasil survei, mayoritas responden atau sebesar 60 persen menyatakan puas, sebesar 16 persen sangat puas dan sebesar 18,8 persen menyatakan kurang puas, serta sebesar 5,2 persen tidak puas,” kata peneliti dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Tri Hendra Wahyudi kepada Media Center, Senin (09/01/2023).

Hasil survei itu, membuktikan bahwa masyarakat yang menilai jika kinerja Bupati dan Wabup dalam kurun waktu dua tahun ini mendapatkan nilai positif, apalagi tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja mereka berbanding lurus dengan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini.

“Program yang dianggap berhasil, di antaranya biaya berobat/pelayanan kesehatan yang mencapai 47 persen, biaya pendidikan dasar (SD dan SMP) sebesar 25,8 persen dan pasokan listrik sebesar 9,3 persen,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, kinerja di bidang kesehatan sangat ditopang oleh komitmen luar biasa Bupati untuk menerapkan program UHC di Kabupaten Sumenep, karena masyarakat merasa terbantu untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara mudah.

Hanya saja, meskipun Pemerintah Kabupaten Sumenep dikatakan berhasil dalam melaksanakan kinerjanya dengan baik, tidak menafikan perlunya perbaikan di beberapa sektor, mengingat masyarakat menilai masih ada beberapa sektor yang perlu diselesaikan oleh pemerintah setempat.

“Pemerintahan Kabupaten Sumenep 2022 ada permasalahan mendesak, di antaranya akses pekerjaan, pengadaan pupuk atau alat pertanian, dan infrastruktur rusak, sehingga menjadi perhatian di 2023.

Sementara itu, Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Unibraw melakukan survei dengan metode multi stage random untuk responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep pada Oktober 2022. (yas/Elm/fer)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *