Gubernur Khofifah Apresiasi Upaya Hilirisasi Petani Mangrove

Terbit: 3 Februari 2024 | 18:30 WIB

Maduraexpose.com– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi terhadap upaya hilirisasi yang telah dilakukan oleh para petani Mangrove di Jatim. Hal ini karena upaya tersebut akan bisa memberikan nilai tambah dan manfaat lebih bagi masyarakat atas berbagai produk yang dihasilkan.

Produk hilirisasi tersebut, antara lain berupa produk sirup mangrove, aneka makanan ringan dari mangrove, hingga batik mangrove yang dipamerkan pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-V di Romokalisari Adventure Land, Surabaya, Selasa (31/10/2023).

“Saya berharap hal ini bisa menjadi best practice semua yang bergerak di sektor mangrove. Jadi, ada yang menanam dan ada yang bergerak di sektor hilirisasinya untuk memberikan nilai tambah dan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” terang Gubernur Khofifah saat hadir langsung pada Festival Mangrove ke-V ini.

“Sehingga, usaha yang dihasilkan dari mangrove ini tidak hanya makanan dan minuman tetapi berupa produk fashion dan sebagainya dengan tetap menjaga kelestarian mangrove ,” imbuhnya.

Secara khusus, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi batik mangrove karya Lulut Sri Yuliani. Bukan tanpa alasan, sebab batik produksinya mampu menjadi buah tangan pada ajang internasional bergengsi G20 yang digelar beberapa waktu lalu di Bali.

Batik karya Lulut tersebut, juga memiliki sertifikat yang menunjukkan bahwa batik ini terbuat dari bahan alami tanpa merusak tanamannya.

“Bu lulut ini topnya top, jadi produk batiknya beliau sudah menjadi _gift_ pada saat G20. Jadi Batik Mangrove top itu adalah produknya Bu lulut dan beliau ini luar biasa,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, ada pula batik mangrove organik seperti yang diproduksi Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu). Bahkan, Produk batik Yagasu sudah berhasil masuk di katalognya Hermes. Dimana, ini membuktikan bahwa kualitas batik ini tidak hanya bagus tapi sudah berkelas internasional.

Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak agar semua pihak ikut mendengungkan bahwa tidak cukup hanya menanam tetapi juga perlu dilakukan hilirisasi Mangrove. Sehingga, hal ini bisa diketahui oleh masyarakat luas baik di Jatim maupun luar Jatim. Dengan demikian, akan semakin banyak manfaat yang bisa diberikan dan semakin banuak.lagi yang menanam mangrove.

“Harus sering kita sampaikan, supaya yang lain terkonfirmasi dan kemudian ikut tergerak bagaimana kita menanam dan kemudian hilirisasinya bisa memberikan nilai tambah,” tegasnya.

“Karena sejatinya hidup adalah untuk memberikan kehidupan, seperti kata Sunan Kalijogo , Urip Gawe Urup. Artinya, dimana kita berada harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan sekeliling kita,” pungkasnya.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *