Sumenep Darurat Kebakaran! Dua Insiden Beruntun Hantui Warga Kolor, Peringatan Keras dari Damkar

Terbit: 7 September 2025 | 23:57 WIB

SUMENEP — Ketidakwaspadaan kembali memakan korban. Dalam dua hari berturut-turut, warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dicekam kepanikan akibat serangkaian kebakaran yang mengancam keselamatan dan harta benda.

 

Peristiwa ini memicu peringatan darurat dari Satpol PP dan Damkar setempat, yang mendesak masyarakat untuk tidak lagi meremehkan bahaya api.

 


 

Api Listrik di Tengah Malam, Lahan Kering di Sore Hari

 

 

Rentetan insiden mengerikan ini dimulai pada Sabtu (6/9/2025) dini hari. Saat sebagian besar warga terlelap, laporan mendesak datang melalui layanan darurat SiLaPor 112 Sumenep.

 

Kebakaran hebat melalap kabel PLN di Jalan Lumba-Lumba, mengancam jaringan listrik dan keselamatan pejalan kaki. Petugas Damkar segera merespons, namun insiden ini menjadi pertanda buruk.

 

Tak sampai 24 jam kemudian, kengerian kembali terjadi. Pada Minggu (7/9/2025) sore, api kembali berkobar, kali ini di lahan kering yang berada di sisi selatan Pasar Anom Kolor.

 

 

Angin yang kencang membuat api cepat membesar, membakar apa pun yang dilewatinya. Meskipun petugas kembali bergerak cepat, peristiwa ini menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: api bisa muncul kapan saja dan di mana saja, jika masyarakat terus abai.

 

 

Kepala Bidang Damkar Sumenep, Sugiyanto, membenarkan kedua insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas selalu siap siaga, namun penanganan cepat tidak akan berarti jika sumber masalah tidak diatasi.

 

“Kami selalu berkoordinasi dengan pusat layanan darurat 112 agar penanganan lebih cepat dan tidak meluas,” ujar Sugik.


 

Kelalaian Membawa Petaka: Ini Peringatan untuk Kita Semua!

 

Kebakaran ini bukanlah takdir, melainkan akibat dari kelalaian yang bisa dicegah. Kebakaran kabel listrik sering kali disebabkan oleh instalasi yang tidak layak atau kelebihan beban listrik, sementara kebakaran lahan kering adalah buah dari kecorobohan membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Di musim kemarau seperti sekarang, satu percikan api saja bisa berubah menjadi bencana.

 

 

Sugiyanto memberikan imbauan keras kepada seluruh warga Sumenep: “Kami mengimbau agar warga tidak membakar lahan sembarangan dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Keselamatan bersama harus diutamakan.”

 

Pesan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah peringatan genting. Kasus kebakaran beruntun ini adalah panggilan darurat bagi setiap individu untuk lebih waspada. Jangan biarkan kelalaian kecil berubah menjadi petaka besar yang mengancam nyawa dan aset. Waktu untuk bertindak adalah sekarang, sebelum api kembali berkobar dan mengambil lebih banyak korban.

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *