Dalam Rangka Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran, Khofifah Rilis Jalur Mudik di Jawa Timur yang Rawan Banjir dan Longsor

Terbit: 17 April 2022 | 02:18 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kondisi kemantapan jalan provinsi setempat mencapai 89,61 persen sehingga dapat menjamin kelancaran pemudik menyambut Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Pemprov Jatim melakukan upaya maksimal untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (15/4).

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi setempat panjangnya mencapai 1.421kilometer dan panjang jembatan 10.870 meter.

Sedangkan, dari total 89,61 persen kemantapan jalan, rinciannya 57,74 persen dalam kondisi baik, 31,84 persen kondisi sedang, lalu 7,13 persen kondisi rusak ringan dan 3,26 persen rusak berat.

Gubernur, secara khusus, memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur untuk melakukan persiapan matang. Misalnya, kata Khofifah, memastikan jalan milik provinsi dalam kondisi baik untuk dilewati pemudik, melakukan antisipasi daerah rawan bencana dan kesiapan personel serta alat berat.

Mengenai lokasi rawan bencana, mantan menteri sosial itu menyampaikan bahwa Dinas PU Bina Marga juga telah melakukan pemetaan. Ada beberapa daerah rawan terjadi banjir dan longsor yang harus diwaspadai oleh pemudik.

Daerah rawan banjir, katanya, terdapat di wilayah perbatasan Kota Bojonegoro-Pajeng di Kabupaten Bojonegoro, Pakah-Ponco di Kabupaten Tuban, Arjosari-Purwantoro di Kabupaten Pacitan.

Kemudian batas Kabupaten Situbondo dan batas Kota Bondowoso, Jalan Trunojoyo di Kabupaten Ponorogo, Jalan Imam Bonjol dan Sampang-Omben di Kabupaten Sampang.

Sedangkan lokasi rawan longsor, antara lain di wilayah Babat sampai batas Kabupaten Jombang, Jalan Raya Cangar dan Jalan Trunojoyo di Kota Batu, batas Kota Magetan-Cemorosewu Kabupaten Magetan, Arjosari-Purwantoro di Kabupaten Pacitan.

Menurut Khofifah, dengan letak geografis Jawa Timur yang memiliki banyak pegunungan dan dataran tinggi, terdapat wilayah yang rawan terjadi longsor.

“Untuk itu, kami meminta pemudik nanti untuk berhati-hati saat melewati jalan ini. Saya juga minta untuk dipasang rambu-rambu peringatan di daerah rawan longsor,” ucapnya.

Khofifah menambahkan, kini di jalan provinsi juga ada satu jembatan rusak dan tidak bisa dilewati, yakni Jembatan Kutorejo. Jembatan itu menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Nganjuk dan mengakibatkan terputusnya akses jalan provinsi.

“Tapi masyarakat jangan khawatir, sebab pada saat lebaran nanti, di sana ada jembatan bailey yang sudah bisa dilewati, namun tidak untuk kendaraan berat. Kendaraan sejenis truk diarahkan ke jalan alternatif,” ujarnya. [populis][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Titip Lab di Mapolda Jatim

    Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

    Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

    Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *