Sebelum Pagar DPRD Dirubuhkan, Kantor Bupati Sumenep Pernah Bernasib Sama

Terbit: 13 April 2022 | 04:15 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sumenep (Maduraexpose.com)— Aksi menerobos pagar dengan cara merobohkan secara massa yang terjadi di Gedung DPRD Sumenep dalam aksi 11 April 2022 kemarin menyita perhatian banyak kalangan.

Namun jauh hari sebelumnya, Pagar Pemkab Sumenep tempat Bupati Achmad Fauzi menjalankan tugas kesehariannya sebagai Kepala Daerah juga pernah dirubuhkan oleh ratusan massa pengunjuk rasa yang mengaku dari Desa Matanair Kecamatan Rubaru, Sumenep, tepatnya pada Senin 17 Januari 2022.

Pengunjuk rasa dari Desa Matanair itu membawa atribut aksi ,bahkan kursi yang diangkut menggunakan dua mobil pickup. Sejumlah orator mempertegas kedatangannya terkait keputusan Bupati Sumenep terkait pelantikan Ahmad Rasyidi yang selama ini mereka perjuangkan.

Saat itu orator aksi mengklaim sudah ketiga kalinya melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumenep.

Namun, lagi-lagi pengunjuk rasa harus gigit jari karena yang menemui massa saat itu bukan Bupati, melainkan Moh Ramli yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Kepala DPMD bersama Kabag Hukum Pemkab Hisbul Wathan. [Ferry Arbania/MaduraExpose][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *