Ancaman Inflasi, Bupati Fauzi: Jangan Lakukan Panic Buying

Terbit: 10 April 2022 | 02:21 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sumenep (Maduraexpose.com)— Ditengah kesibukan menjalankan serangkaian tugas penting sebagai Kepal Daerah, Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH mendadak mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat penting dilingkungan Pemkab Sumenep.

Pertemuan itu untuk membahas secara serius terkait dengan ancaman inflasi sejak beberapa pekan terakhir menyusul ditetapkannya Kabupaten Sumenep dalam catatan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami inflasi, termasuk 7 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur.

Bupati Fauzi merumuskan langkah strategis yang kemudian merumuskan dan menyiapkan langkah –langkah tersebut demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok ditengah kondisi yang sangat serius saat ini.

Hal ini dilakukan Pemkab Sumenep untuk mengantisipasi kenaikan harga barang yang dikhawatirkan dapat memicu inflasi selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.

“Sudah kami rumuskan bersama dalam rangka menyiapkan strategi menekan laju inflasi di Kabupaten Suemnep. Kongkritnya, ikhtiar kami tetap sesuai dengan angka sasaran. Kita juga mendorong pendistribusian pangan yang jauh lebih baik di bulan Ramadan ini,” demikian Achmad Fauzi,SH,MH Bupati Sumenep kepada Maduraexpose.com, Ahad 10 April 2022.

Ketua DPC PDI Perjuangan inipun menilai, bahwa kenaikan harga komoditas utama penyumbang inflasi di 8 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji, serta tarif angkutan udara.

Fauzi mengaku sudah melakukan banyak langkah strategic dalam mengamankan keterjangkauan harga, salah satunya dengan melakukan mitigasi risiko inflasi saat ini.

“Kita lakukan stimulus bantuan sosial dengan operasi pasar dan kebijakan HET. Termasuk juga harga acuan bahan pangan,” imbuh Fauzi.

Sedangkan untuk pasokan pemenuhan logistik yang menjadi titik konsentrasi, yakni di wilayah kepulauan terjauh.

“Jadi, khusus kepulauan terjauh di Sumenep ini kita lakukan pembatasan pembelian. Dan kita sudah peastikan dari awal mengenai kelancaran distribusi disana,” imbuhnya lagi menjelaskan.

Pihaknya berharap agar masyarakat Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan agar tidak panic menghadapi kondisi saat ini. Itu disampaikan Bupati Fauzi karena pihaknya melalui Pemkab Sumenep telah menyiasati operasi pasar ketika disebuah daerah mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan.

Tak hanya itu, lanjut Bupati Fauzi, efektifitas tim Pengendali Inflasi Daerah dan Pusat (TPID ) di Kabupaten Sumenep akan terus melakukan monitoring stok sambil melalkukan sosialisasi ke bawah agar masyarakat tidak membeli suatu kebutuuhan tertentu dalam jumlah yang banyak kemudian menimbunnya (Panic Buying,Red).

“Insya Allah masalah lonjakan harga sudah kita siasati semaksimal mungkin. Dan yang terpenting masyarakat jangan sampai ‘punic buying’ jika misalnya terjadi lonjakan harga siginifikan . Pemkab sudah mempersiapkan langkah antispasi dengan strategi opersi pasar,” pungkas Achmad Fauzi. [Ferry Arbania][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *