Solidaritas Untuk Alm.Herman: Doa dan Tahlil Bersama Di Masjid Jamik Sumenep

Terbit: 24 Maret 2022 | 06:25 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Doa dan tahlil bersama para Kiai dan pemuda Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep berlangsung khusu’ meski para jamaah sempat diguyur hujan, Rabu malam 23 Maret 2022.

Doa bersama yang diawali dengan pembacaan Surat Yasin, berlangsung di halaman Masjid Jamik Sumenep dengan imam dari unsur takmir masjid. “Ini aksi solidaritas untuk almarhum Herman,” kata Farid, selaku panitia tahlil dan doa bersama.

Herman diberondong sejumlah peluru hingga tewas oleh lima oknum anggota Polres Sumenep pada tragedi 13 Maret 2022, di Jalan Adirasa, Kolor, Sumenep. Almarhum disebut-sebut terduga begal dan korbannya seorang perempuan.

Pada kesempatan tahlil dan doa bersama tersebut, pihak keluarga Herman membantah dan mengklarifikasi bahwa Herman bukan pelaku tindak kejahatan.
“Herman dituduh tanpa bukti,” ujar Jizam, paman Herman.

Jizam menyampaikan fakta baru, bahwa selama hidupnya almarhum Herman tidak pernah melakukan tindak kejahatan, seperti yang dituduhkan oleh polisi.
Pada saat kejadian [penembakan], Herman dalam kondisi kurang ingatan. “Bapak kepala desa [Gadu Timur] juga tahu kalau Herman itu setres,” katanya.

Ia menyampaikan, almarhum Herman dihadapkan pada situasi yang berat karena cerai dengan istrinya dan sudah punya keturunan. Dan sejak kecil, Herman hidupnya melarat dan berkumpul bersama buyutnya.

“Pada umur tiga tahun, bapak-ibunya Herman pisah. Ibunya kerja ke Malaysia dan bapaknya nikah lagi. Jadi, Herman berkumpul sama buyutnya,” terangnya.
Menginjak umur 10 tahun, Herman banyak dibantu para tetangganya karena sang buyut sudah tidak mampu lagi mengurusnya. “Umur 16, Herman berumah tangga dan mempunyai keturunan,” katanya.

Dalam kondisi ekonomi morat-marit dan rumah tangga almarhum Herman berantakan, ia berusaha menutupi kebutuhan hidupnya dengan menjadi pekerja batu.
“Sejak itulah [sebelum terjadi penembakan], Herman mulai terlihat pikirannya kurang normal, hingga terjadi penembakan tanpa bukti,” urainya.

Sementara, Farid selaku panitia tahlil dan doa bersama menambahkan, tuduhan pengaruh minuman keras dan pernah mencuri uang masjid adalah salah besar dan tidak benar.
“Sudah ada klarifikasi [dari yang bilang], bahwa hanya mendengar. Itu tidak benar kalau mengonsumsi miras [alm. Herman]. Soal mencuri uang masjid, juga tidak benar. Itu uangnya sendiri yang dititipkan,” tegasnya.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *