Penembakan Polisi di Sumenep Jadi Berita Nasional, Ketum Indonesia Lanyalla Center Ikut Berang

Terbit: 19 Maret 2022 | 05:01 WIB

Surabaya (Maduraexpose.com)- Peristiwa penembakan terhadap Herman (24) Warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding kini telah menjadi sorotan media nasional setelah video yang mempertontonkan korban diberondong dengan peluru meski dalam kondisi sudah terkapar dijalan aspal.

Kasus inipun menjadi perhatian banyak kalangan, termasuk Ketua Umum (Ketum) Indonesia Lanyalla Center- ILC Moh. Hasan,SH turut mengutuk keras atas tindakan oknum anggota polisi dalam video tersebut.

“Rekaman video yang beredar telah menunjukkan aksi Koboy terhadap warga Ganding yang diduga begal. Padahal korban tidak pernah ada catatan kriminal ataupun residivis,” ungkap Moh. Hasan dalam keterangannya yang dikirim via WhtasApp (WA) baru-baru ini.

Praktisi hukum asal Sumenep yang tinggal di Surabaya ini mengaku heran atas penembakan yang bertubi-tubi kepada korban yang sudah tidak berdaya seperti yang terekam dalam video yang sudah beredar luas dikalangan masyarakat tersebut.

” Kami masyarakat Sumenep sangat menyesalkan tindakan oknum anggota Polres yang bertindak ala Koboy, yang di pertontonkan di depan masyarakat umum dengan menembaki orang hingga meninggal dunia. Seharusnya petugas melumpuhkan bukan untuk membunuh,”tandasnya menambahkan.

Hasan yang berprofesi Advokat inipun berencana untuk membentuk Tim investigasi atau Tim Pencari Fakta agar peristiwa tersebut menjadi terang benderan.
Presiden Eksekutif Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia ( LPKP2HI) mengapresiasi tindakan cepat dari pihak Propam Polda Jawa Timur.

“Propam Polda wajib turun terkait pembunuhan yang dipertontonkan di depan umum itu. Dan kami masyarakat Sumenep mengecam tindakan barbar oknum ini. Ayo viralkan agar Pak Kapolri tahu persoalan ini“, imbuhnya lagi menambahkan panjang lebar.

Pria yang juga dikenal memiliki banyak media massa itu juga berharap agar kasus penembakan yang terjadi di Sumenep menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama kepolisian yang memiliki tugas mengayomi dan melindungi masyarakatnya.

Seperti diketahui, meninggalnya Herman Warga Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding Sumenep tersebut sempat mengundang perhatian aktivis Mahasiswa GMNI Sumenep. Mereka sempat melakukan aksi unjuk rasa bersama keluarga korban ke Mapolres Sumenep.

6 Tuntutan yang disepakati keluarga korban tersebut dibacakan oleh Ketua DPC GMNI Sumenep Roby Nurrahman . Berikut enam tuntutan pengunjuk rasa :

1. Kapolres Sumenep harus mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada keluarga, dan kepada rakyat Indonesia untuk memulihkan nama baik alm Herman dan keluarga.

2. Pecat dan pidanakan 5 oknum kepolisian yang membunuh alm Herman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Polres wajib bertanggung jawab atas tindakan arogansi dari anggotanya yang tidak berprikemanusiaan dan berkeadilan

4. Mendesak Polres Sumenep dan polda jatim melakukan transparansi dari proses dan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, dan penyidikan dari 5 anggota kepolisian yang membunuh alm Herman dalam bentuk berita acara yang disiarkan kepada publik

5. KOMNAS HAM tidak boleh menutup mata akan insiden penembakan yang terjadi pada 13 Maret 2022 lalu

6. Instansi Polri harus bertindak tegas pada anggotanya yang brutal dan mengabaikan asas kemanusiaan

[fom/tim/tnc]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

    Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

    Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

    Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *