Kiai Unais Dianggap Paling Layak “Wakili” PKB Di Pilkada Sumenep 2024

Terbit: 15 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Sumenep (Madursexpose.com)– Sosok Kiai Unais Ali Hisyam dinilai paling layak mendapatkan rekom PKB dalam kontestasi Pilkada Sumenep priode mendatang.

Hal itu disampaikan salah satu simpatisan PKB asal Kecamatan Ganding yang meminta Redaksi agar tak mempublish identitaanya.

“Beliau Kiai Unais merupakan tokoh PKB senior yang sudah sangat berjasa dalam membesarkan partai. Beliau juga memiliki kharisma yang kuat dengan popularitas tinggi. Sangat cocok kalau beliau memimpin Sumenep kedepan,” ujarnya lagi dengan suaranya yang sangat khas dan serius, Jumat 14 Oktober 2021.

Sosok Kiai Unais Ali Hisyam memang bukan rahasia lagi dikalangan pesantren dan perpolitikan tanah air. Berikut profil singkat politisi asal Ambunten Sumenep yang dilansir dari situs merdeka.com:

KH.Muhammad Unais Ali Hisyam:
Dilahirkan dari keluarga pesantren, nama Muhammad Unais Ali Hisyam bukan berarti hanya terkenal di kalangan pesantren. Lihat saja kiprahnya di dunia politik nyatanya semakin berkibar, mengalihkan asumsi publik yang sering kali menyatakan bahwa keluarga pesantren hanya akan eksis di kalangan pesantren.

Berawal dari sebuah tawaran dari salah satu tokoh nadhliyin untuk menjadi anggota DPRD, pada tahun 1999, pria yang akrab disapa Unais ini pun akhirnya mendaftarkan diri sebagai anggota DPRD dan tanpa diduga terpilih sekaligus ditunjuk menjadi Ketua Komisi E DPRD Kabupaten Sumenep yang saat itu menangani bagian agama dan pendidikan di usianya yang cukup muda, 26 tahun. Berlanjut menjadi anggota Komisi B yang membawahi bidang perekonomian pada tahun 2004-2009.

Dikenal memiliki karakter kuat dalam memegang prinsip, selalu mandiri dalam mengambil keputusan serta menyukai tantangan, pria kelahiran Sumenep, 14 Desember 1973 ini kini duduk di kursi Senayan sebagai anggota DPR Komisi VI yang menangani bidang perdagangan, perindustrian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Beberapa waktu lalu, sebagai anggota Komisi VI, Unais menyatakan pendapatnya mengenai pelaksanaan APBN 2012 yang menurutnya dapat dijalankan dengan tidak hanya fokus mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan strategi pembangunan ekonomi lainnya; pro job, pro poor, dan pro environment. Selain itu, suami dari Shofiyah Zubaidi ini menambahkan bahwa percepatan laju pertumbuhan ekonomi juga harus disertai dengan perbaikan distribusi pendapatan maka indikator kesempatan kerja semakin banyak tersedia serta kemiskinan Indonesia juga semakin berkurang.

Di lain sisi, mengenai pernyataan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang menyatakan bahwa BUMN berskala kecil sebaiknya harus mencari sumber pendanaan sendiri, lulusan Rubath Syekh Ismail Al-Zain (Mekkah) ini tidak sependapat lantaran ia menganggap bahwa pernyataan sikap Dahlan bisa saja memicu kerenggangan di antara perusahaan-perusahaan plat merah dan nanti, pada akhirnya akan merasa dianaktirikan.

Pendidikan

MI Nahdatul Ulama (Ambuten Sumenep)

MTs. Ahulusunnah Wal Jamaah (Ambuten Sumenep)

MASS. Aliyah Tebu Ireng (Jombang)

Universitas Teknologi Surabaya

Rubath Syekh Ismail Al-Zain (Mekkah)

Karir

Komisi VI DPR (2009-sekarang)

Ketua Komisi B DPRD Sumenep (2004-2009)

Ketua Komisi E DPRD Sumenep (1999)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *