Dishub Sumenep Disorot, Proyek Pelabuhan Gayam Diduga Tak Sesuai Spek

Terbit: 22 September 2021 | 02:58 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sumenep (Maduraexpose.com)– Pengembangan Prasarana Pelabuhan Tarebung Kecamatan Gayam (BK Prov. Jatim) di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura Jawa Timur mulai mendapat sorotan dari sejumlah pihak karena diduga terdapat pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek dan mengabaikan perintah dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep. Proyek tersebut diluncurkan dengan pagu Rp. 1.251.162.000,00 yang bersumber dari APBD 2021 .

Salah satu yang disoal oleh aktivis kepulauan, yakni terkait dengan spesifikasi seperti bahan material yang didugab kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) seperti penggunaan pasir hitam dicampur dengan tanah. Konon hal ini sudah mendapat teguran dari Dishub Sumenep selaku satuan kerja.

Masudi, salah satu aktivis di Kepulauan kepada awak media memebebrkan jika pihak Dishub Sumenep pernah menegur CV Damar Wulan agar tidak main-main dalam melaksanakan proyek tersebut. Namun, lanjut dia, peringatan itu seperti tidak diindahkan dengan tetap menggunakan campuran pasir hitam dengan tanah dalam pembuatan beton riul tangkis laut dan pemasangan batu.

“Padahal sudah disuruh tolak oleh Dishub. Tujuannya agar tidak dipakai untuk beton riil. Dan saat ini sudah ada 27 riul yang sudah selesai dikerjakan,” kata Masudi kepada wartawan di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mashudi tak habis pikir dengan ngototnya pelaksanaan tersebut meski kerap mendapat teguran, baik dari pihak Dishub Sumenep maupun dari konsultan pengawasan.

“Ada yang aneh dibalik kengototan CV Damar Wulan. Padahal sudah mendapat teguran keras dari Kepala Bidang (Kabid Dishub) dan Konsultan tersohor di Kabupatan Sumenep. Saya menduga ada yang perlu kita telusuri bersama”, tandasnya kepada awak media, Senin 21 September 2021.

Mantan aktivis PMII ini juga mempertanyakan marwah Dinas Perhubungan Sumenep yang terkesan mudah diabaikan “fatwanya” oleh kontraktor pelakasana proyek yang jelas-jelas dalam pengawasannya.

“Saya curiga, ada apa sebenarnya dengan Kabid Sarpras Dishub Sumenep?,” sindir Masudi seperti menahan emosi.

Sementara, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep,Dadang Dedi Iskandar mengatakan kepada wartawan untuk menolak, jika dalam pengerjaanya tidak sesuai spek.

“Dinas tidak akan mengakomodir jika memang barangnya tidak sesuai. Terlepas dari siapa yang mendatangkan barang itu, entah warga setempat atau bukan, percuma kalau tidak sesuai spek. Tolak saja, ” terangnya kepada wartawan.

Dadang berdalih, terkait kondisi di lapangan, pihaknya sudah menyerahkan pengawasan itu kepada konsultan sebagai kepanjangan tangan Dishub.

“Saya kan tidak mungkin turun ke lokasi dan tidak akan main-main mas. Kalau semisal nanti pekerjanya putus kontrak, yah biarkan putus kontrak. Yang kami harapkan spek harus bagus,” sambungnya lagi menjelaskan.

Terpisah, Konsultan pengawas mengatakan, dirinya sudah kerap kali menegur, bahkan kata dia pasir yang dianggap kualitasnya jelek itu, olehnya sudah disuruh untuk ditahan. “Pengerjaan beton harus melewati beberapa uji lab dan uji lainnya, makanya pasir saya tahan, “ujarnya singkat.

Sementara Deky, Kontraktor dari CV Damar Wulan saat dihubungi wartawan via telepon genggamnya mengaku tidak tahu jika pasirnya sudah dibuat Riul. Itu terjadi karena selama ini pihaknya mengklaim belum mengonfirmasi bawahannya di lapangan.

“Saya juga belum tau Mas. Nanti saya coba konfirmasi dengan orang saya yang di lapangan, ” ujarnya.

Kendati demikian, Deky mengaku sudah melarang, meski saat ini sudah ada yang mensuplay bahan pasir hitam dan akan dilakukan aproval material oleh konsultan.

“Perkara yang sudah dipakai untuk pembuatan riul, nanti saya suruh cek untuk tidak di pasang, “sambungnya lagi.

Disinggung soal pengerjaan bahan yang diduga tak sesuai spek, Deky meminta awak media untuk kordinasi dengan koleganya di lapangan.

“Silahkan koordinasi dengan kolega dilapangan,” tutupnya. [tmc/tim][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *