Panas! Cak Nun: Islam Nggak Maju-maju karena Ulama Suka Mengemis

Terbit: 17 April 2021 | 11:36 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com- Emha Ainun Nadjib atua Cak Nun sebut Islam tak maju-maju karena ulama suka mengemis. Ulama suka ngemis ke bupati, gubernur dan kepala daerah.

Hal itu dikatakan Cendekiawan Muslim itu lewat video ceramah lawasnya yang tayang di kanal Youtube Rifqi Firdauz, seperti dilihat, Rabu (14/4/2021).

Awalnya Cak Nun bicara soal makna puasa dan anggapan orang puasa harus dihormati. Video itu berjudul ‘Puasa Bukan untuk Dihormati Orang Lain’.

“Pas bulan puasa, kita berpuasa untuk menghormati orang lain, bukan untuk dihormati orang lain. Bulan puasa kok (bilang) hormatilah orang yang berpuasa. Fungsinya berpuasa itu biar kamu belajar menghormati orang, bukan malah minta dihormati,” ujar Cak Nun.

Cak Nun menjelaskan selama Ramadhan ada sejumlah kejadian di mana sekelompok umat Islam meminta warung-warung makan ditutup sampai maghrib.

Sebab, jika dibuka ditakutkan puasa mereka terganggu.

Tak hanya itu, kata Cak Nun, ada juga oknum muslim yang meminta orang tak berpuasa agar tidak makan atau minum di hadapannya.

Menurutnya, contoh kejadian tersebut menunjukkan bahwa saat bulan puasa tiba banyak orang Islam di Indonesia meminta untuk dihormati.

Akan tetapi, menurut Cak Nun, orang-orang yang meminta dihormati itu menurutnya justru tidak terhormat.

“Hanya orang tidak terhormat yang minta dihormati orang lain,” tuturnya.

Selain itu, Cak Nun dalam tayangan video tersebut juga menyebut Islam di Indonesia tidak maju-maju lantaran banyak ulama yang mengemis ke pemerintah.

“Itu yang menyebabkan Islam nggak maju-maju, soalnya ulamanya pada suka ngemis. Ngemis ke bupati, ngemis ke gubernur, iya enggak?” ujarnya. [gc][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *