Mahasiswa Gugat DAK Disdik 2010

Terbit: 20 Desember 2014 | 09:48 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas pendidikan sumenep kembali digugat. Setelah sebelumnya DAK 2010 dinilai bermasalah karena realisasinya berupa buku mata pelajaran ditemukan di kantor Ansor baru-baru ini, kini realisasi DAK 2013 yang manguak kepermukaan.

Puluhan aktivis Mahasiswa Sumenep Raya (Mahasurya) melakukan aksi demonstrasi menuntut transparansi realisasi DAK 2013 di dua kecamatan; Kecamatan Bluto dan Pragaan karena diduga terdapat penyimpangan realisasi. Penyimpangan realisasi DAK yang ditemukan mahasiswa di dua kecamatan tersebut berupa pengalihan pembagunan dari reahbilitasi gedung ke pembangunan jalan berupa paping. DAK yang mestinya digunakan untuk rehab gedung sekolah berubah menjadi jalan raya.

“Dinas pendidikan wajib bertanggung jawab atas hal ini,” teriak Bisrigie korlap aksi mahasurya kamis (18/12/14)

Bisri mengungkapkan, berdasarkan temuannya dilapangan, semestinya dinas pendidikan mengambil sikap yang tegas. Bukan malah bungkam. Kebungkaman dinas pendidikan menurutnya merupakan tanda bahwa dinas pendidikan tidak bertanggung jawab.

“Kami menuntut transparansi realisasi DAK 2013 di dua kecamatan itu. Dinas pendidikan jangan diam. Jangan bungkam!,” teriak Bisri dalam orasinya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengaj (Kabid Dikmen) Disdik Sumenep Nurul Hamzah menegaskan temuan yang disampaikan oleh Mahasiswa sudah masuk di BPKP. Saat ini, pihaknya masih menunggu rekomendasi BPKP terkait penyelewengan realisasi DAK 2013 di dua kecamatan tersebut.

“Saat ini kami masih menunggu. Belum ada laporan ke kami dari BPKP saol adanya kerugian negara. Hanya memang soal penyelewengan itu, penggunaan DAK yang digunakan untuk paping tidak sesuai dengan RAB. Makanya apakah pihak lembaga harus mengembalikan uang atau seperti apa kami menunggu dari BPKP,” tandasnya.

(Guk/Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *