Seluruh Ijin Tambak di Pemerintahan Busyro Karim Akan di Evaluasi Bupati Fauzi

Terbit: 5 April 2021 | 01:19 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)–Ratusan tambak di Kabupaten Sumenep dipastikan gelisah karena proses perijinan tambak yang selama ini dikeluarkan oleh Bupati sebelumnya, yakni Busyro Karim yang dikenal sebagai politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Busyro Karim sendiri menjabat Bupati selama dua priode. Priode pertama berpasangan dengan Wabup Soengkono Sidik dan priode kedua berpasangan dengan Wabup Achmad Fauzi yang kini menjadi orang nomor satu di Kabupaten Sumenep.

Dirinya mengakui, jika posisinya saat itu hanya sebagai Wabup yang tidak punya wewenang dalam menentukan kebjakan, termasuk dalam hal mengeluarkan ijin tambak.

“Teman-teman media pada tau khan kalau saat itu kapasitas saya hanya sebagai Wabup. Jadi yang punya kewenangan penuh soal ijin tambak waktu itu Pak Bupati dong,” sindir Achmad Fauzi.

Dirinya menegaskan,bahwa sikap tegas terhadap persoalan tambak itu murni karena kepentingan masyarakat.

“Tidak ada tendensi politik, murni demi kemaslahatan umat agar lingkungan kita tetap aman dan para pemilik tambak mengikuti seluruh aturan pemerintah,”paparnya menjelaskan.

Belakangan ini, lanjut Fauzi, persoalan tambak memang kerap dikeluhkan banyak kalangan.

Untuk itu pihaknya berencana akan memanggil seluruh pemilik tambak ilegal dan seluruh instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DPMPTSP.

Disinggung soal maraknya tambak ilegal, Achmad Fauzi menilai bahwa hal tersebut justru terjadi pada pemerintahan sebelumnya, yakni Bupati A.Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi.

Menurutnya,kekacauan soal ijin tambak ini seolah-olah menjadi resido sampah kebijakan pemerintahan Sumenep yang baru.

“Padahal sejak saya dilantik menjadi bupati sampai sekarang ini, belum pernah satupun saya mengeluarkan ijin tambak itu. Tolong itu dicatat. Nanti semua pemilik tambak dan seluruh instansi yang berkaitan dengan proses perijinan seperti DLH dan DPMPTSP akan kita panggil semua. Biar jelas siapa yang bermain,” tandasnya.

Suami dari Nia Kurnia ini mengakui punya tanggung jawab moral terkait dengan amburadulnya tambak di Sumenep yang terus menjamur. Persoalan tambak ini, lanjut Fauzi, akan terus “dirapikan” tanpa pandang bulu.

“Persoalan tambak ini jadi PR berat buat pemeritahan Sumenep yang baru. Untuk itu, kami akan mengambil langkah tegas dalam masalah tambak ini.” paparnya lagi menambahkan.

Sedangkan untuk pemilik tambak perorangan yang belum mengantongi ijin, Bupati Fauzi menghimbau agar mereka mengikuti peraturan pemerintah.

“Khusus pemilik tambak perorangan yang belum berijin, nanti kami berikan sosialisasi dan kami surati satu persatu agar mereka segera membuat paguyuban dengan membuat ipal komonal. Kalau masih membangkang aturan pemerintah pasti kami tindak dengan tegas,” pungkasnya. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *