Melihat Lembaran ‘Kusam’ di Balik Tumpukan Satu Jiwa Satu Buku

Terbit: 8 Desember 2014 | 11:36 WIB

Madura Expose
Perpustakaan umum daerah Kabupaten Pamekasan beberapa bulan lalu mencanangkan program satu jiwa satu buku yang di bagikan secara gratis alias Cuma-Cuma. Program tersebut di luncurkan pada tanggal 23 April 2014 lalu, bertepatan dengan Hari Buku Nasional.

Saat itu, Akhmad Zaini selaku Kepala perpustakaan dan arsip Pemkab Pamekasan mengatakan, awal tahun 2013, pihaknya telah “menyelamatkan” buku-buku kuno tentang Madura. Beruntung, apresiasi masyarakat sangat luar biasa dalam menyumbangkan buku-buku kuno dengan tulisan tangan kuno, termasuk foto kopi buku-buku tentang kebudayaan Madura.

“Sulit sekali membacanya tulisan dari buku-buku kuno ini. Terpaksa kami cetak ulang untuk kepentingan arsip perpustakaan Pemkab”, ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya mengakui sudah ada sekitar 400 judul buku asli Madura. Diantaranya buku kuno berjudul Mantja Barnah 11, Mas Prawirotaroena, Kembhang tjampor bhabder, Madoereesch leesboek dan ratusan buku bersejarah lainnya. Dari semua koleksi buku kuno di Pamekasan, sebagian besar di tulis dalam bahasa Belanda, Prancis dan Carakan.

(fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *