RR: Soeharto yang Begitu Kuat Pun Hanya Butuh 20-an Hari untuk Lengser, Sekarang ‘Rumah Pasir’ Sangat Rapuh

Terbit: 9 Oktober 2020 | 01:45 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com – Gerakan turun ke jalan makin marak terjadi di beberapa daerah pasca disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR RI.

Tak hanya dari aliansi buruh, demo yang makin masif juga dilakukan oleh mahasiswa beragam universitas. Beberapa pandangan mulai bermunculan, mulai dari yang pro hingga kontra dan menganggap sebagai angin lalu.

Ekonom senior Rizal Ramli berpandangan, ada beberapa hal yang patut diwaspadai dalam merespons gerakan rakyat.

Baginya, gerakan rakyat akan efektif dalam mendorong terjadinya perubahan bila sudah memenuhi tiga hal. Pertama, gerakan akan efektif mendorong perubahan bila dilakukan secara natural karena kondisi objektif sudah matang, sedangkan kondisi subjektif dalam proses.

“Gerakan akan efektif bila dilakukan organik, sehingga sangat adaptif bagaikan aliran air dari hulu sungai. Kemudian sudah terlalu congkak, padahal di atas ‘rumah pasir’ buzzeRP,” kata Rizal Ramli di akun Twitternya, Rabu (7/10).

Hal tersebut bukan omong kosong belaka. Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini pun mengungkit demo besar-besaran yang dilakukan mahasiswa untuk melengserkan Presiden Soeharto 1998 silam.

“Demonstrasi besar-besaran jatuhkan Soeharto itu dimulai tanggal 2 Mei di Makassar. Seminggu kemudian Medan, Solo, Jakarta akhir minggu Mei, habis itu Soeharto Jatuh. Hanya butuh waktu 20-an hari,” tegasnya.

Padahal, kata dia, saat itu banyak tokoh partai dan elite menilai kepemimpinan Soeharto sangat kuat, namun pada akhirnya bisa lengser dengan kekuatan mahasiswa.

Oleh karenanya, ia pun khawatir hal serupa bakal terulang, terlebih saat ini pemerintahan Presiden Joko Widodo tak lebih kuat dibanding era Soeharto.

“Sampai April 1998, tokoh partai, elite, media, bisnis percaya Soeharto sangat kuat. Wong baru terpilih 11 Maret 1998. Soeharto jauh lebih kuat, ABRI-Golkar kuat. ‘Rumah pasir’ (house of sand) hari ini sangat fragile, dukungan utama digital, oleh buzzeRP dan InfluenceRP,” tandasnya. []
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *