Lenteng Pecahkan Rekor! Rahasia Pak Inung Ubah Tanah Tandus Jadi Hamparan Padi Lewat Teknologi ‘Hujan Buatan’

Terbit: 22 Januari 2026 | 13:57 WIB

MaduraExpose.com – Sebuah rekor baru dalam dunia pertanian lokal tercipta di Kecamatan Lenteng. Lahan tegalan di Desa Lembung Timur yang selama puluhan tahun dikenal gersang dan hanya bisa ditanami jagung, kini mendadak berubah menjadi hamparan padi hijau yang subur. Fenomena ini bukan karena anomali cuaca, melainkan berkat rahasia teknologi “hujan buatan” yang dibawa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Pada Rabu (21/01/2026), Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, atau yang populer disapa Pak Inung, turun langsung ke lapangan untuk meninjau efektivitas teknologi irigasi springkel tersebut.

Rahasia di Balik ‘Hujan Buatan’

Teknologi yang disebut warga sebagai “hujan buatan” ini sebenarnya adalah sistem irigasi curah (sprinkler irrigation). Di lahan seluas dua hektar tersebut, pipa-pipa bertekanan tinggi dipasang secara sistematis untuk memutar nosel yang menyemprotkan air ke udara hingga jatuh ke tanaman dalam bentuk butiran halus.

“Selama ini, lahan tadah hujan atau tegalan dianggap sebagai lahan kelas dua yang tidak mungkin ditanami padi saat air minim. Dengan inovasi irigasi springkel ini, kita mematahkan mitos tersebut. Kita membawa air ke tanaman dengan cara yang paling efisien,” terang Pak Inung sembari menunjukkan nosel yang sedang bekerja.

Mengapa Teknologi Ini Begitu Ampuh?

Irigasi springkel bekerja dengan prinsip mendistribusikan air secara merata ke seluruh permukaan lahan tanpa perlu melakukan penggenangan. Inilah alasan mengapa teknologi ini sangat cocok untuk tanah di Sumenep:

  1. Efisiensi Air Maksimal: Menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan metode penggenangan (leb).

  2. Menjaga Suhu Tanaman: Butiran air yang turun seperti hujan membantu mendinginkan suhu sekitar tanaman padi, sehingga tetap hijau meski matahari terik.

  3. Bebas Lelah: Petani tidak perlu memikul air atau mengalirkan air berjam-jam secara manual; cukup sekali putar mesin, seluruh lahan tersiram merata.

Misi Besar Swasembada Pangan

Keberhasilan di Lenteng ini bukan sekadar pamer teknologi. Pak Inung menegaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi besar DKPP Sumenep untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Berbekal penghargaan BBIB Awards 2025 yang baru saja diraih, DKPP ingin membuktikan bahwa inovasi adalah kunci kesejahteraan petani.

“Target kami adalah menggenjot produktivitas di lahan-lahan marjinal. Jika tegalan di seluruh Sumenep bisa kita olah menjadi lahan padi produktif lewat teknologi ini, swasembada pangan bukan lagi sekadar impian, tapi kenyataan,” pungkasnya penuh optimis.

Dengan keberhasilan ini, Desa Lembung Timur kini menjadi pusat perhatian para petani dari kecamatan lain yang ingin meniru rahasia sukses “hujan buatan” ala Pak Inung. (Ferry Arbania)

 

 

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *