Ra Fuad Resmi Tersangka, Ra Imam Dukung KPK ‘Bersih-Bersih’ Koruptor

Terbit: 3 Desember 2014 | 13:19 WIB

Mantan Bupati Bangkalan , Fuad Amin pernah jadi pembicara dalam pertemuan dengan tokoh DPM di Bangkalan ini pada Sabtu ,22/02/2014. (Dok/MaduraExpose Magazine)
Mantan Bupati Bangkalan , Fuad Amin pernah jadi pembicara dalam pertemuan dengan tokoh DPM di Bangkalan ini pada Sabtu ,22/02/2014. (Dok/MaduraExpose Magazine)
MaduraExpose.com- Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan, KH Imam Buchori Cholil memastikan massa pendukung fanatik mantan bupati yang sekaligus Ketua DPRD itu tidak akan berani macam-macam.

“Saya haqqul yakin Bangkalan aman. Sekarang massa fanatik Fuad nggak bakal berani macam-macam”, terang Ra Imam.

Tertangkapnya Fuad Amin oleh KPK tersebut,urai Imam, bukti nyata bahwa supremasi hukum di Bangkalan masih ada.Ra Imam berharap banyak ke seriusan penegak hukum supaya mengusut tuntassemua kasus korupsi yang melibatkan Fuad beserta seluruh jaringan rezimnya.

Penangkapan Fuad Amin oleh KPK, lanjut Ra Imam, membawa angin segar bagi tegaknya demokrasi sekaligus pembelajaran bagi pemimpin Bangkalan agar tidak sewenang-wenang.

“Saya yakin ke depan Bangkalan akan jauh lebih baik”, imbuhnya.

Sementara informasi KPK yang di himpun MaduraExpose.com memastikan, jika Ketua DPRD Bangkalan yang juga Mantan Bupati Bangkalan KH.R. Fuad Amin Imron (FAI) resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Versi Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK dalam konferensi persnya di Kuningan, Jakarta pada Selasa (2/12/2014) kemarin mengatakan, FAI di duga kuat melakukan tindak pidana korupsi penerimaan fee (hadiah) atau janji dari proses ‘jual beli’ gas alam pembangkit listrik di Gresik dan Dili Timur.

Sementara terkait pemotongan sapi yang dilakukan Ra Imam, pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan, dia menyebutnya sebagai pemenuhan niat (atau) nadzarnya pasca dirinya di jegal sebagai Calon Bupati Bangkalan pada tahun 2012 silam.

“Sejak saya dijegal untuk maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada Bangkalan 2012 lalu, saya bernadzar, jika Fuad Amin mati atau ditangkap KPK, saya dan sohib akan potong sapi”,ujarnya kepada awak media. Selasa.

Sekadar mengingat, Fuad Amin Imron, tertangkap tangan KPK di rumahnya di Kampuk Sasak, tepatnya Jl.Letnan Ramli Kelurahan Kraton, Bangkalan.

(met/dtk/ss/lp6/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *