Nadiem Minta Maaf, PGRI Tetap Minta Program Organisasi Penggerak Ditunda

Terbit: 29 Juli 2020 | 17:36 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM–Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta Kemendikbud untuk tidak melaksanakan dulu Program Organisasi Penggerak (POP) pada tahun ini. PGRI meminta agar POP tahun ini ditunda dan dananya dialihkan untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, sebaiknya pada tahun ini Kemendikbud fokus saja dulu pada evaluasi POP yang programnya itu ditujukan untuk pelatihan guru di seluruh Indonesia.

Menurut Unifah, kalaupun anggarannya sudah dikeluarkan maka dana tersebut bisa dialihkan terlebih dulu untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini dilakukan sekolah karena Pandemi Covid-19.

“Kami tetap minta ditunda. Dananya tahun ini sebaiknya untuk subsidi paket internet buat siswa dan guru. Silakan dievaluasi yang komprehensif,” katanya ketika dihubungi, Rabu (29/7/2020)

Sikap PGRI sudah menyatakan tidak bergabung di POP, Unifah menyatakan pandemi Covid-19 datang meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan termasuk dunia pendidikan dan berimbas pada kehidupan siswa, guru, dan orang tua.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim sudah meminta maaf terkait polemik POP. Dia meminta tiga organisasi kembali bergabung.

Tiga organisasi yang dimaksud yaitu Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, LP Maarif NU, dan PB PGRI. Nadiem menyebut tiga organisasi itu selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,’’ ujar Nadiem di Jakarta, Selasa (28/7).[iNews][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *