Stok Pangan Surabaya Aman 8 Bulan, Harga Cabai dan Ayam Justru Turun

Terbit: 27 Desember 2025 | 01:00 WIB

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan stabilitas stok dan harga bahan pokok dalam kondisi aman terkendali menjelang pergantian tahun. Berdasarkan data indeks kecukupan pangan terbaru, cadangan pangan di Kota Pahlawan mencukupi hingga delapan bulan ke depan dengan tren harga yang justru mengalami penurunan di beberapa komoditas utama.

Kepastian ini disampaikan setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Pegirian, pangkalan LPG, hingga distributor minyak goreng pada Selasa (23/12/2025).

Tren Penurunan Harga Komoditas Utama

Hasil pantauan lapangan menunjukkan kabar menggembirakan bagi konsumen. Beberapa komoditas yang biasanya melonjak di akhir tahun, seperti ayam dan cabai, justru menunjukkan tren penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

  • Daging Ayam: Turun menjadi Rp33.000 per kilogram (sebelumnya Rp38.000).

  • Telur Ayam: Turun menjadi Rp30.000 per kilogram (sebelumnya Rp33.000).

  • Cabai Keriting: Kini di angka Rp60.000 per kilogram.

  • Cabai Besar: Stabil di angka Rp35.000 per kilogram.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, menyebutkan harga daging sapi juga tetap stabil di kisaran Rp140.000 (premium) dan Rp90.000–Rp100.000 (non-premium).

Indeks Kecukupan Pangan Capai Angka 8,3

Terkait ketahanan pangan, Surabaya mencatatkan indeks kecukupan pangan di angka 8,3. Angka ini menjadi jaminan bahwa distribusi bahan pokok dari hulu hingga hilir berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Untuk beras, stok sangat konstan dan aman. Sementara untuk MinyakKita, meskipun permintaannya sangat tinggi, kami pastikan pasokan di Surabaya tetap terjaga melalui koordinasi rutin dengan pabrik dan distributor,” jelas Agung.

Jaminan Keamanan Pangan dari BPOM

Tak hanya soal harga, aspek keamanan produk juga diperketat. Melibatkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan BPOM, Pemkot Surabaya menyisir kelayakan izin edar serta tanggal kedaluwarsa produk di pasar tradisional maupun toko modern untuk melindungi konsumen dari produk rusak.

Imbauan: Hindari Panic Buying

Di akhir keterangannya, Pemkot Surabaya mengimbau warga agar tetap bijak dalam berbelanja. Dengan jaminan stok yang melimpah hingga delapan bulan kedepan, masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying.

“Mohon belanja secukupnya agar tidak terjadi food loss atau pemborosan. Stok kita aman dan sangat mudah didapat di pasaran,” pungkasnya.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *