Mahfud MD di Sumenep: Menggagas Embrio Provinsi Madura dengan Gestur Politik Matang

Terbit: 13 Agustus 2025 | 20:00 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com – Mantan Menko Polhukam, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, menebar optimisme yang menggerakkan diskursus politik regional. Dalam orasi ilmiahnya di hadapan sivitas akademika Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, ia menegaskan bahwa Madura memiliki potensi geopolitik yang kuat untuk berdiri sebagai provinsi tersendiri. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah gestur politik yang menantang Madura untuk menyambut era kedaulatan regional dengan persiapan substansial.

 

Dalam acara upacara akademik Dies Natalis ke-39 Unija di Pendopo Agung Sumenep, Rabu (13/8), Mahfud MD mengurai pandangannya secara jernih. Menurutnya, aspirasi Madura menjadi provinsi bukanlah isu yang tak relevan, namun harus dipersiapkan dengan landasan yang kokoh. “Potensi itu ada, tetapi tidak hanya sekadar syarat administratif. Syarat-syarat substansial seperti cara pengelolaan sumber daya alam, dan yang terpenting, kualitas sumber daya manusia, harus dipersiapkan mulai sekarang,” ujarnya. Penilaian ini menempatkan tantangan di pundak kaum intelektual dan pemangku kebijakan untuk melampaui sekat-sekat birokrasi dan fokus pada pembangunan fundamental.

 

Mahfud MD menyerukan sebuah konsensus bersama. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi demi mewujudkan cita-cita ini. “Saya yakin, negara pasti memberi peluang sebuah wilayah untuk maju. Kalau pilihan untuk maju harus dengan berubah menjadi provinsi, ayo diperjuangkan. Kita kerjakan bersama-sama,” tandasnya, disambut tepuk tangan riuh. Pesan ini bukan sekadar ajakan, melainkan penegasan bahwa perjuangan politik harus dilandaskan pada semangat kolektif, bukan individual.

 

Namun, ia juga mengingatkan agar aspirasi ini tidak menjadi polemik yang memecah belah. Mahfud MD menyoroti pentingnya menjaga kesatuan dalam kebhinekaan. “Madura mau provinsi atau tidak, kita tetap satu Indonesia. Jadi jangan ribut. Kelebihannya, jika menjadi provinsi, kita bisa lebih fokus pada urusan domestik kita sendiri,” jelasnya. Ini adalah sebuah diksi politik yang mengagumkan, di mana ia mampu memoderasi aspirasi lokal dengan wawasan kebangsaan yang utuh.

 

Di penghujung orasinya, Mahfud MD menanamkan sebuah pesan mendalam. Ia menyerukan kepada seluruh sivitas akademika untuk menjadi garda terdepan dalam merawat Indonesia. “Mari kita semua ikut memiliki Indonesia yang dilandaskan pada wawasan kebangsaan. Cinta Indonesia dengan mengkampanyekan kebenaran, dan melawan korupsi,” pungkasnya dengan tegas, mengukuhkan perannya sebagai tokoh yang tak hanya berpolitik di ranah kekuasaan, tetapi juga di mimbar intelektual. [dbs/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *