Pesantren Alkautsar Bentengi Santrinya Dengan Thoriqah dan Dzikir

Terbit: 3 November 2014 | 11:53 WIB

Pamekasan, MaduraExpose.com- Pondok pesantren (Ponpes) Al Kautsar, berada di Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu,pinggiran Kota Pamekasan.

Memasuki pesantren ini seperti hadir di pondok salaf. Sebab, santri menghuni bilik-bilik bambu yang mirip deretan gardu. Tetapi di belahan pekarangan pesantren lainnya, terdapat lembaga pendidikan serupa TK, SMP, dan SMA. Di pondok ini, santri mendapat pelajaran zikir dan pembentukan moralitas.

Sepintas, Al Kautsar tak nampak sebagai pondok pesantren. Sebab, tanah pekarangan pesantren tanpa pagar dan menyatu dengan warga sekitar. Di bagian tengah pekarangan, ada sebuah musala yang menjadi pusat kegiatan pengajian kitab dan zikir. Di dekat musala

terdapat TK, SMP, SMA, dan MD (madrasah diniyah).TK sampai SMA di ponpes ini mengikuti kurikulum konvensional. Sedangkan MD dan
pengajian kitab bermuatan lokal pesantren. Di antaranya, ada kegiatan berzikir, penguatan aqidah, syariah, dan akhlakul karimah. Pada kegiatan zikir, santri taqarrub sambil membaca lafal tariqah qadiriyah naqsabandiyah Suryalaya. Untuk penguatan syariah, santri mendapat

bimbingan beribadah sesuai ajaran syariat. Sedangkan membiasakan berbudi pekerti luhur, santri menerima ilmu al akhlaq dan wajib merealisasikan setiap hari.

Pesantren ini lahir di era 80-an. Sebagian santri sekolah (formal) di lembaga di bawah yayasan Al Kaustar. Sebagian lainnya, santri memilih sekolah di luar pesantren.

Pengasuh ponpes Al Kaustar KH Athorid Siraj memberi kebebasan bagi santrinya untuk sekolah di luar atau di dalam Al Kautsar. Tetapi sebagai santri di ponpes Al Kaustar, pesantren telah menggariskan aturannya yang sebisa mungkin tidak dilanggar santri. Misalnya, santri wajib salat berjamaah yang dilanjutkan dengan zikir bersama.

Pesantren ini agak berbeda dengan yang lain. Buktinya, pesantren sangat respek untuk mengkampanyekan narkoba. Pengasuh pondok menganggap pecandu narkoba sedang menderita kedangkalan aqidah, syariah, dan akhlaqul karimah.

Athorid menganggap pecandu narkoba pantas disembuhkan. Baik secara medis maupun spiritualitas. Karena Al Kaustar memiliki gerakan spiritualitas dalam laku zikir, santri dijauhkan dari narkoba dengan taqarrub dan berzikir berjamaah.

(***)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *