Ditelpon Camat Ganding, Aktivis GPMD Diminta Batalkan Aksi Penolakan Nufitriana

Terbit: 7 Oktober 2018 | 12:41 WIB

Madura Expose, Sumenep— Helman Jakfar,korlap aksi Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa (GPMD) mengaku diintimadasi oleh Camat Ganding Faruk Hanafi, terkait rencana aksi penolakan terhadap kedatangan Nurfitriana, istri Bupati Sumenep yangJiyeh sorat apa dek, sorat unjuk rasa apa jiyeh dek.
Saat ini tercatat sebagai Caleg DPRD provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Iyeh arapah kedatangan bu fitri lek, terus apanah se unjuk rasa.
(Oke, ada apa dengan kedatangan Bu Fitri dik, kenapa mau diunjuk rasa,Red)

Areyah ibu entar de’ennak, entar pak teppak lek, acara rapat konsolidasi (rakon) PKK. Tidak ada hubungannya dengan pencalegkan adek hubungan dengan muatan politis lek.
(Ini Bu Fitri mau datang kesini secara baik-baik, acara rapat konsolidasi PKK. Tidak ada hubungannya dengan pencalegan, tidak ada hubungannya dengan muatan politis dik,)
Demikian Helman Jakfar menirukan Camat Ganding Faruk Hanafi.

Camat Faruk menambahkan dalam sambungan telponnya dengan menggunakan bahasa Madura seperti diawal percakapan by phone.

“Marah bento aki, ajiyeh PR ka engkok. Pakkun tak nyaman lek mon bedeh demo-demo walaupun demo damai.
(Ayo bantu lah, Itu PR buat saya. Tetap Nggak enak dik kalau ada demo-demo, walaupun demo damai)

Ella ella batalkan cabut jiyeh dek polres. Ka engkok tak nyaman lek, engkok sebagai birokrasi murni kan ingin sempurna lek.
(Jangan-jangan, batalkan saja, cabut itu dik pemberitahuan di Polres. Saya yang nggak enak dik. Saya sebagai birokrasi murni khan ingin sempurna dik).

Polanah jiyeh aksinah mengarah ka engkok, pas juduleh Ganding pole, arapah mon ka Sumenep pasan, ngak roah maksud saya.
(Kalau aksinya mengarah ke saya, pas judulnya Ganding lagi. Kenapa kalau ke Sumenep aja, itu maksudku).
Imbuh Helman melanjutkan permintaan Camat Ganding.

Pernyataan Camat Faruk ini justru bertolak belakang dengan jawaban yang disampaikan ke awak media. Konfirmasi yang dilakukan MaduraExpose, Camat Ganding malah memberikan keterangan yang tidak sama. Dirinya malah mempersilahkan kalau GPMD hendak melakukan akai damai.

“Silakan klo aksi damai silakan. Ella mas jek plintir plintir mas, kok tak senneng mon plintir plintir mas
(Silahkan kalau aksi damai, silahkan. Jangan di plintir-plintir Mas. Saya tidak senang kalau di plintir-plintir Mas,”) demikian Camat Ganding Faruk Hanafi berdalih. (saf/fer/ajm)

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *