Mahasiswa Dipukul Oknum Pemkab, Komisi Hukum Angkat Suara

Terbit: 31 Oktober 2014 | 14:53 WIB

MaduraExpose.com- Ketua Komisi Hukum dan Pemerintahan DPRD Sumenep, Darul Hasyim menyesalkan terjadinya aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh SU (inisial) salah satu PNS di lingkungan Pemkab setempat kepada beberapa mahasiswa yang tengah menyampaikan orasinya di Hari Jadi Sumenep ke 745 , Jum’at (31/10/2014).

Darul mengutuk tindak kekerasan yang diduga sengaja dilancarkan oknum aparatur pemerintah kabupaten itu. Menurutnya, senyampang tidak anarkhis, siapapun berhak menyampaikan aspirasinya, termasuk kalangan mahasiswa.

“Tak seharusnya kekerasan dilakukan seorang abdi negara, apalagi kepada mahasiswa yang jelas-jelas menyampaikan aspirasinya dengan damai. Siapaun berhak menyampaikan pendapat”, ujarnya.

Darul meminta pihak inspektrorat segera menelusuri kasus tersebut dan jika terbukti melakukan aksi kekerasan terhadap mahasiswa, supaya dilakukan penindakan tegas sesuai aturan yang ada.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aliansi Mahasiswa Sumekar (FAMS) sengaja turun jalan melakukan aksi di Hari Jadi Sumenep ke 745 tahun. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhaap kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

“Saya tahu persis, yang pukul mahasiswa itu menggunakan pakaian adat. Ini video rekamannya saya simpan”, ujar saksi mata dilokasi kejadian sambil mewanti-wanti supaya identitasnya disembunyikan.

(Jun/Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *