Tokoh Pemuda Bilapora Barat, Siap Lawan Incumbent di Pilkades 2019

Terbit: 17 Maret 2018 | 15:59 WIB

MADURAEXPOSE.COM,(SUMENEP) —Sudah hampir dua priode, H. A. SukkurĀ menjabat Kepala Deaa Bilapora Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Tahun depan, pihak petahana(incumbent) diprediksi akan melanjutkan kembali kepemimpinannya, dengan kembali mencalonkan diri dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dihelat tahun 2019 mendatang.

A. Sukkur yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kecamatan Ganding ini, tentu saja tidak mudah untuk dikalahkan. Namun dalam kontestasi politik apapun, persiapan yang matang dan perhitungan tepat, juga bukan mustahil dilakukan pihak “penantang” bakal calon yang mulai tersiar dari kalangan tokoh Pemuda Desa Bilapora Barat, yang konon masih memiliki ikatan keluarga yang sangat dekat dengan petahana.

“Memang ada salah satu tokoh pemuda yang masih famili Pak Kalebun (Kades, Red) yang akan siap mencalonkan diri dalam Pilkades tahun depan”, ujar salah satu perangkat Desa Bilapora Barat yang meminta identitasnya tidak di expose, Sabtu, 17 Maret 2018.

Diberitakan sebelumnya, Rokib Setyabudi, salah satu Fungsionaris Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa (GPMD) Sumenep memprediksi pertarungan politik di tiga Desa Kecamatan Ganding itu diprediksi akan berlangsung seru, pasalnya, masing-masing petahana (incumbent) sudah sama-sama dua priode menjabat.

“Calon petahana di tiga desa itu sama-sama sudah dua priode menjabat. Khusus Desa Bilapora Barat, infornasinya akan ada calon dari tokoh pemuda yang masih memiliki kedekatan keluarga dengan pihak incumben.Kami prediksi akan berlangsung seru, ” ungkapnya kepada Maduraexpose.com,Kamis 15 Maret 2018.

Pihaknya menilai, politik tingkat desa ini, tidak bisa diremehkan sebagai pesta demokrasinya orang kampung. Pasalnya, di era keterbukaan infornasi dan medsos yang merajalela saat ini, bukan mustahil akan digunakan oleh tim pemenangan untuk melakukan kampanye maupun sosialisasi calon Kades.

“Pilkades itu malah lebih sensitif dari pemilihan Bupati dan Pilgub. Karena secara komunikasi beografis lebih interaktif dan akan mudah terjadi gesekan antara masing-masing pendukung calon. Apalagi jaman now, serba teknologi dan medsos bisa alternatif kampanye, “pungkasnya.

(Ferry)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *