Puluhan PNS Memilih Cerai di Sumenep

Terbit: 9 Januari 2018 | 07:17 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Setidaknya selama 2017 terdapat 11 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengajukan proses cerai. Dan rata-rata mereka beralasan karena persoalan ekonomi.

“Ada sebelas PNS yang mengajukan perceraian. Alasannya itu ya macam-macam, salah satunya karena faktor ekonomi,” kata Titik Suryati, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep.

Sesuai data yang berhasil dihimpun media ini, pemerintah daerah mengeluarkan surat keputusan (SK) 11 kasus perceraian.

SK pemberian izin melakukan penceraian PNS sebanyak 8 SK dan SK keterangan melakukan penceraian sebanyak 3 SK.

Dari data yang dikantongi BKPSDM Sumenep, PNS yang mengajukan izin perceraian tersebut mulai dari guru pendidik hingga para dokter dan bidan.

Menurut Titik, diterbitkannya SK perceraian itu karena sudah tidak bisa dimediasi.

“Karena sudah tidak ada titik temu, maka diterbitkan SK Bupati untuk izin perceraian tersebut,” jelasnya.

Sementara mengenai masalah pelanggaran aparatur sipil negara (ASN), Titik mengaku masih belum ada. Melainkan hanya adanya para guru yang mengajukan perceraian tersebut.

“Kami memberikan bimbingan kepada para ASN tersebut. Kami juga mendatangi ke instansi yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan tentang disiplin kepegawaian dan termasuk penjelasan terkait perceraian itu,” pungkasnya.

(sam/moc)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *