Bahaya, Desa Pragaan Laok Masuk Catatan Zona Merah

Terbit: 23 September 2017 | 08:49 WIB

MADURAEXPOSE.COM,SUMENEP- dalam waktu dekat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan membentuk desa tahan bencana (Destana) di empat desa, yang masuk zona merah.

Pembentukan distana di empat desa tergolong zona merah itu akan dilakukan, agar desa tersebut memiliki kecepatan tanggap darurat dalam mengatasi bencana.

Sedangkan empat desa yang masuk zona merah bencana itu adalah, Desa Langsar Kecamatan Saronggi, Desa Sindir Kecamatan Lenteng, Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan dan Desa Payudan Daleman Kecamatan Guluk-guluk.

“Tujuan embentukan Destana itu adalah untuk mengatasi bencana apapun yang terjadi di desa itu,” kata Abd Rahman Readi, Kepala BPBD Sumenep, Jum’at (22/9/2017).

Menurutnya, empat desa ini sering terjadi bencana. Untuk Desa Langsar terjadi bencana kekeringan, Desa Sindir bencana banjir, Desa Pragaan Laok dan Payudan Daleman terjadi bencana longsor.

“Kami berharap, desa lain ikut membentuk Destana agar apabila terjadi bencana bisa cepat ditanggapi, bahkan bisa mengantisipasi terjadinya bencana sebelum terjadi,” ungkapnya.

Sementara salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh desa, diantaranya desa harus memahami karakter bencana, memiliki rencana program, dan ada keberpihakan dana dari desa melalui DD dan ADD. (din/ahm/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *