Dubes Minta Mahasiswa Indonesia Optimal Belajar Di Al-Azhar

Terbit: 13 September 2017 | 11:10 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Kedatangan kloter pertama calon mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar tahun akademik 2017/2018 disambut meriah oleh Duta Besar Republik Indonesia di Kairo, Helmy Fauzy dan Penasehat Grand Sheikh Al-Azhar, Duta Besar Abdel Rahman Musa.

Acara penyambutan digelar dalam sebuah acara makan pagi di asrama mahasiswa Indonesia di kampus Universitas Al-Azhar, Selasa (12/9).

Dalam pengarahannya, Dubes Helmy Fauzy berpesan agar kesempatan belajar di Mesir bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menimba ilmu agama dari perguruan tinggi yang menjadi kiblat pendidikan ilmu agama Islam tertua di dunia, Universitas Al-Azhar.

“Saudara sekalian adalah sedikit dari pemuda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk belajar di Universitas Islam ternama di dunia, Al-Azhar, maka jangan sia-siakan waktu dan kesempatan berharga ini, gunakanlah sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, menimba pengalaman, dan belajar hidup dengan berbagai warga negara asing,” katanya.

Selain itu, Dubes Helmy Fauzy berjanji akan berusaha memenuhi kebutuhan keilmuan penghuni asrama, agar mereka tidak mencari guru di luar yang direkomendasikan oleh Al-Azhar. Pasalnya, jika salah memilih guru, bisa-bisa terjebak kepada aliran yang justru menyimpang dari ajaran Islam yang benar.

“Sebagai upaya juga untuk menghindarkan mahasiswa Indonesia dari pengaruh pemikiran radikal dan pemahaman Islam yang menyimpang,” urainya.

Tidak hanya itu, Helmi juga memastikan bahwa keberadaan asrama akan menjaga keamanan fisik dan hak milik mahasiswa.

“Ini mengingat kondisi keamanan di Mesir saat ini masih belum kondusif,” pungkasnya.

[ian/rm*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *