Kisruh Raskin Pasongsongan, Aktivis Sarankan Warga Lapor ke DPRD Sumenep

Terbit: 11 Agustus 2017 | 21:10 WIB

MADURAEXPOSE. COM— kisruh jatah beras sejahtera atau rastra (pengganti raskin) di sejumlah desa di Kecamatan Pasongsongan mendapat perhatian serius dari Ketua Forum Analisi dan Advokasi Anggaran (FA3) Imam Arifin.

Pihaknya meminta agar masyarakat yang merasa dirugikan untuk melaporkan hal tersebut ke DPRD sumenep, Madura.

“Sebaiknya melapor dulu ke DPRD untuk seterusnya dipertimbangkan dilanjutkan keranah hukum”, ungkapnya memberi solusi, Jumat 11 Agustus 2017.

Sejumlah warga desa di Kecamatan Pasongsongan, Sumenep mengaku hanya terima tiga kali pembagian beras sejahtera atau rastra (nama baru bantuan raskin) terhitung sejak bulan Januari hingga Agustus 2017.

Beberapa warga yang menghubungi redaksi mengaku kecewa dan berharap persoalan rastra ini segera dibereskan sesuai aturan.

“Saya tanya istri saya, dia bilang hanya terima tiga kali sepanjang tahun ini Mas, “ujar warga desa di salah satu desa di Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilansir hari ini Kamis 10 Agustus 2017.

Pihaknya mengaku akan melaporkan persoalan rastra ini kepihak-pihak terkait. Namun pihaknya mengaku masih akan meminta pendampingan kepada salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

“Kami khan orang awam Mas, jadi wajar kalau untuk mengurus masalah rastra ini dengan meminta bantuan LSM,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bantyan Rastra sendiri bukan seperti bantuan sosial yang dibagikan secara cuma-cuma.

Hal itu kerap dijelaskan oleh Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansa. Menurut dia, program Rastra tersebut bersifat subsidi pangan dengan harga dibawah pasaran.

“Jadi ini harga tebusnya tetap sama dengan raskin. Perkilo harga tebusnya Rp1.600, maka masyarakat yang bawa Rp24.000, itu berarti setara 15 kilo,” paparnya seperti dilansir Maduraexpose.com dari media online nasional. (Fer/tim)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *