Gubernur Sumatera Barat Buka Multaqo Ulama dan Da’i Asia Tenggara

Terbit: 19 Juli 2017 | 07:29 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Padang – Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. Irwan Prayitno membuka perhelatan Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, serta Afrika bertempat di Masjid Raya Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (17/07/2017).

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini merupakan agenda penting sebagai media silaturahim dan menguatkan persatuan umat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan, sangat senang dengan ditunjuknya Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, sebagai tuan rumah pertemuan tahunan yang ketiga kalinya ini.

Mengingat, kata dia, masyarakat Sumatera Barat yang sebagian besar berasal dari etnis Minang adalah masyarakat yang religius dan juga kuat semangat keagamaannya.

Irwan berharap, berkumpulnya para ulama dan da’i dari berbagai negara ini akan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi umat.

“Tentu kita mengharapkan keluarnya rekomendasi atau pedoman berkaitan dengan dakwah dari pertemuan ini,” ujarnya seperti dilansir Islamic News Agency (INA), Senin (17/7/2017).

Pertemuan yang mengangkat tema tentang persatuan umat ini diselenggarakan oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah dan Pemerintah Kota Padang. Dan akan berlangsung hingga Kamis (20/07/2017) mendatang.

Turut hadir dalam acara pembukaan di antaranya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Dewan Penasehat Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah Syeikh Kholid Al-Hamudi, Duta besar Saudi Arabia untuk Indonesia Syeikh Usamah bin Muhammad Al -Syu’aiby.

Hadir pula Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, KH. Zaitun Rasmin, Presiden Sudan Umar Hasan Ahmad al-Basyir, Imam Masjidil Haram, Mufti Mauritania dan Menteri Srilanka.

Perhelatan tahunan ini diikuti oleh sekitar 400 dai/ulama dari dalam dan luar negeri.

Tak hanya Multaqo dai dan ulama, pertemuan empat hari ini juga menggelar Konferensi Nasional Jurnalis Muslim yang pesertanya berasal dari media-media Islam dan mainstream.

(INA/KBT)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *