Pengacara Firza: Kasus Chat Pornografi Makin tidak Logis

Terbit: 13 Juni 2017 | 13:41 WIB

JAKARTA — Pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar mengatakan kasus chat berkonten pornografi yang menyeret kliennya dan Habib Rizieq Shihab semakin tidak logis. Terlebih setelah muncul pernyataan dari pihak kepolisian, bahwa konten pornografi di situs baladacintarizieq(dot)com awal mula muncul justru bukan di Indonesia, tapi di Amerika Serikat.

“Dari awal peristiwa ini sudah enggak logis, makanya kalau ditanya logis atau enggak itu sudah pusing jawabnya,” ujarnya kepada Republika.co.id, Sabtu (10/6).

Aziz melanjutkan, pernyataan polisi tersebut, jika benar tertulis dan terbukti secara hukum, maka perkara ini harus segera dihentikan. Menurutnya, barang bukti yang dijadikan dasar penangkapan oleh polisi, semakin semar. Mengingat sumber yang belum jelas, hingga pemberi bukti yang hingga saat ini belum diketahui dan tidak pernah dimintai keterangan.

“Apalagi ada di AS. maka makin kuat untuk menghentikan kasus ini,” katanya.

Aziz menganggap, alat bukti sejak awal memang samar, namun masih tetap dijadikan dasar untuk menjerat dan mempidanakan HRS. Dia juga mengatakan, jika gambar atau pesan yang dijadikan barang bukti tersebut benar ada, maka barang tersebut tidak dapat dijadikan alat untuk mempidanakan seseorang.

“Itu kan masuknya ke ranah pribadi jadi sudah enggak jelas, malah tambah enggak jelas lagi,” jelasnya. Aziz berharap, polisi segera menghentikan kasus yang menjerat kliennya dan HRS. Dia juga mengimbau agar aparat hukum dan kepolisian dapat menjalankan prosedur hukum secara profesional, adil dan mengedepankan equality before the law.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *