28 Ribu KT Untuk Petani Bangkalan

Terbit: 24 Mei 2017 | 05:50 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Untuk meminimalisir penyalahgunaan pupuk bersubsidi pada para petani di Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan kabupaten setempat bekerjasama dengan pihak perbankkan akan merealisasikan program Kartu Tani (KT).

Sebanyak dua puluh delapan ribu petani dikota dzikir dan shalaw saat ini sudah dalam proses pendataan dan ditargetkan pada bulan Juni mendatang masing-masing petani sudah bisa mendapatkan KT tersebut.

Drs. Muhammad Ismail Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian mengatakan bahwa saat ini Selasa (23/05) pihaknya sudah dalam proses melakukan update data dilapangan.

“Untuk program KT tersebut saat ini kami sedang dalam update data melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) para petani yang sudah ada No Induk Kependudukan (NIK) nya. Karena kalau dari pihak kami prosesnya hingga pada upaya pembukaan rekeningnya. Sedangkan mengenai saldo dan pengelolaannya secara tekhnis sudah pada wilayah pihak perbankkan,” paparnya.

Agar program KT tersebut bisa segera dirasakan oleh para masyarakat petani maka pihak pertanian menargetkan capaian pendataan tersebut dihitung tahapan yang pertama pada bulan Mei ini.

“Kami menargetkan tahap pertama pada Mei ini update datanya sudah harus tuntas. Sebab jumlah petani yang masuk pada data RDKK saja berkisar pada angka 28 ribu anggota dan jumlah tersebut akan lebih bertambah saat pendataan data petani diluar kelompok juga sudah dimasukkan. Ya untuk angka pastinya nanti akan ketahuan jika rekan-rekan penyuluh sudah selesai memverifikasi data dilapangan,” Jelas Ismail, saat ditemui diruang kerjanya.

Pada tahapan pendataan tersebut Ismail berharap agar penyuluh bisa jeli, sehingga kesalahan memasukkan status pekerjaan bisa diminimalisir.

“Semoga teman-teman penyuluh yang bertugas mendata dilapangan lebih jeli agar tidak salah memasukkan data masyarakat yang bukan petani, juga mendata petani yang belum masuk pada kelompok,” harapnya.

Karena bagi Ismail tahapan pendataan ini merupakan langkah yang mesti ditempuh sebelum masuk pada pencetakan KT di pihak Bank Negara Indonesi (BNI).

“Untuk keseluruhan data petani Bangkalan ditargetkan bulan Juni mendatang harus sudah rampung, sedangkan tahapannya setelah merampungkan pendataan tersebut baru nanti dari pihak perbankan akan mencetaknya, karena saat ini mas informasi terbaru sudah 5000 (lima ribu) petani sudah masuk k BNI,” ujarnya.

Menurut Ismail selain fungsi KT merupakan antisipasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi juga berfungsi sebagai sarana penerimaan program pemerintah.

“Selain berguna sebagai sarana penyaluran bantuan, misalnya ada program kredit tani juga petani bisa menyertakan KT tersebut sebagai salah satu berkas persyaratan mendapatkan programnya,”pungkasnya.

[sin/**]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *