Dr Luthfi Ingatkan 2 Penginjil Tak Seenaknya Menyebar Injil di Sumenep

Terbit: 21 Mei 2017 | 08:06 WIB

SURABAYA, MADURAEXPOSE.COM—Kordinator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) wilayah Madura Dr Luthfi , ingatkan dua penginjil yang datang ke Sumenep, yakni Andreas dan Yohannes agar tidak membuat keresahan dikalangan umat Islam dengan cara-cara bagi-bagi injil di sekolah yang nota bene Muslim.

Menurut dia, sepak terjang Yohanes Dan Andreas secara tidak langsung telah membuat gesekan keras antara umat Islam dan kristen di Sumenep. apalagi sebelumnya telah terjadi penyebaran buku dan sejumlah atribut di beberapa sekolah yang jelas-jelas tidak ada yang beragama Kristen.

“Insiden ini sudah dua kali terjadi di Sumenep. Dan hingga saat ini belum satupun pelaku yang adili. Bahkan pihak Polres melepas mereka dengan alasan yang sangat ditentang kalangan ulama”, ujarnya.

Masih menurut dokter Luthfi, saat dua penginjil di introgasi kemarin, mereka mengaku tidak hanya menyasar ke SMAN 1 Sumenep.

“Selain ke sekolah- sekolah, dua penginjil itu akan membagikan alkitab ke Lapas, Rumah Sakit dan Institusi TNI/ Polri. Saya katakan, apa yg anda lakukan ini bisa memicu konflik horizontal antar ummat beragama khususnya di Semenep”, tandasnya.

Anehnya, dua penginjil itu malah menjawab untuk tetap memberikan kitab mereka dengan dalih paling tidak sebagai pengisi perpustakaan dan sebagai bahan study banding.

“Nah dari sini terlihat inkonsistensi mereka, seharusnya ketika tidak diterima dan tidak diizinkan mereka harus membatalkan pembagian. Namun mereka bersikukuh tetap akan mberikan sebagai bahan studi banding.

Bagi yg tidak.memahami Kristology jawaban mereka akan diterima begiti saja sebagai sesuatu yg lumrah, namun bagi yg memahami Kristology cara mereka ini adalah metode pemurtadan/ kristenisasi dg cara kasar tapi halus. Karena itu saya warning mereka”, demikian dr Luthfi menambahkan.
—-_——

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *