Babinsa Beringin Dasuk, Bantu Warga Dengan Bajak Sapi

Terbit: 14 Mei 2017 | 18:27 WIB

Sumenep – Koramil 0827/12 Dasuk jajaran Kodim 0827 Sumenep melalui seluruh anggota Babinsanya secara intensif melaksanakan pendampingan pertanian dengan warga Desa binaannya masing-masing,

seperti yang dilakukan Babinsa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kopka Sudarmono Mamonto membantu kelompok tani masih menggunakan bajak tradisional dengan tenaga Sapi untuk membajak lahan tegalan milik Bapak Faisol, Dusun Beringin Tengah, Desa Beringin, Kecamatan Dasuk sebelum ditananami Jagung jenis Hyprida. Minggu (14/5/2017).

Saka’ (bahasa Madura), membajak tegalan atau membajak sawah dengan alat tradisional yang ditarik atau digeret oleh satu atau dua ekor Sapi masih dilakukan oleh sebagian petani wilayah pedesaan diKabupaten Sumenep Salah satunya dijumpai di Dusun Beringin Tengah, Desa Beringin, Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep.

Meski saat ini tidak semua petani melakukannya, sebab sudah banyak yang menggunakan alat bajak modern baik yang milik perorangan maupun bantuan dari Pemerintah namun alat bajak tradisional tersebut masih menjadi andalan untuk mengerjakan lahan pertanian di wilayah setempat,

hal itu dilakukan bukan berarti sejumlah petani tidak mau menggunakan bajak mesin atau traktor, namun‎ kondisi daerah, membuat sebagian petani di bilangan merasa kesulitan jika harus membawa bajak mesin atau traktor.

“Sebagian kondisi area persawahan atau lahan tegalan yang berada di perbukitan sehingga membuat sebagian petani kesulitan jika menurunkan atau menaikkan traktor ke sawah, oleh karenanya mereka memilih menggunakan ternak Sapi dan bajak tradisional,” kata Kopka Sudarmono, Babinsa Beringin.

Batuud Koramil 0827/12 Dasuk Serma Edy Siswanto menambahkan Kondisi demikian memang cukup klasik, menancapkan bajak dan digeret Sapi di sawah atau tegalan.

selain menjadi pemandangan menarik saat ini, juga membiasakan Sapi bergerak bebas, tidak hanya di dalam kandang saja, ‎Bajak tradisonal, dinilai oleh petani setempat bisa cukup dalam menancap dan membalik tanah dibandingkan dengan alat bajak bermesin

Selain itu area lahan sawah dan tegalan yang dikerjakan banyak dijumpai batu, sehingga sangat rawan jika menggunakan gigi bajak bermesin.

“Jadi harus sabar dan telaten, namun membajak dengan digeret Sapi merupakan salah satu tradisi di antara perkembangan teknologi pertanian”,pungkasnya.

(Purnomo/Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *