Grahadi Membiru: Ribuan Umat Rayakan Kemenangan Bersama Khofifah

Terbit: 22 Maret 2026 | 18:30 WIB

SURABAYA — Suasana kebatinan yang penuh kedamaian dan semangat Ukhuwah Islamiyah menyelimuti Gedung Negara Grahadi pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Ribuan masyarakat dari Surabaya dan berbagai pelosok daerah memadati situs bersejarah tersebut untuk mengikuti tradisi Riyayan bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sebuah momentum Mushafahah (bersalaman) massal yang penuh khidmat.

Sejak fajar menyingsing, antusiasme warga terlihat jelas dari panjangnya antrean yang mengular, mencerminkan kerinduan spiritual untuk saling memaafkan dan mempererat tali Silaturahmi langsung dengan pemimpin mereka. Gubernur Khofifah hadir didampingi putra tercintanya, Jalaluddin Mannagalli, sementara Wakil Gubernur Emil Dardak hadir bersama Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin, sekeluarga, menambah kehangatan suasana kekeluargaan di tengah umat.

“Alhamdulillah, kita telah sampai ke Idul Fitri. Hari kemenangan, hari kembali ke fitrah. Saya ingin bermaaf-maafan secara langsung dengan masyarakat agar ke depannya lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas,” ujar Khofifah dengan nada bicara yang teduh, mencerminkan prinsip Tawasuth (moderat) dan Tasamuh (toleran) ala Ahlussunnah Waljamaah.

Bagi Khofifah, momentum ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan upaya fundamental untuk memperkuat hubungan antara Ulul Amri (pemerintah) dengan Raiyyah (rakyat) secara langsung, demi terwujudnya kemaslahatan umat.

“Interaksi yang terjalin ini sangat membahagiakan. Masyarakat menyampaikan berbagai hal kepada kami. Karena itu, komunikasi antara Pemerintah Provinsi dan masyarakat harus terus dijaga dengan baik agar kebersamaan (Al-Ittihad) ini tetap terjalin,” ucapnya, menekankan pentingnya menjaga Wihdatul Ummah (persatuan umat).

Nuansa keberkahan semakin terasa usai bersalaman, di mana masyarakat menerima bingkisan sembako sebagai wujud kepedulian sosial (Takaful Ijtima’i). Selain itu, hidangan gratis dari para pedagang kaki lima di sekitar Grahadi—mulai dari soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso—turut melengkapi kebahagiaan warga, sebuah implementasi nyata dari semangat Al-Ma’un (kepedulian terhadap yang lemah).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pelibatan pedagang kaki lima merupakan bagian integral dari upaya memberdayakan ekonomi umat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang lebih merata, sejalan dengan prinsip Keadilan Sosial dalam Islam.

Ia berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong (Ta’awun) terus terjaga di Jawa Timur, menjadikan wilayah ini sebagai Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur.

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan (Barokah) bagi kita semua,” pungkasnya, menutup pernyataan dengan doa yang tulus.

Red./Editor: Ferry Arbania  | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *