Krisis Hutan Rakyat, Hutbun Sumenep Diminta Proaktif

Terbit: 29 September 2014 | 01:59 WIB

Sumenep (MaduraExpose.com)- Sejumlah kalangan mendesak Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Sumenep tidak tinggal diam terkait makin parahnya krisis hutan rakyat di ujung timur Pulau Madura.

Hal tersebut dirasa penting, karena kondisinya semakin mengkhawatirkan dan jika dibiarkan tanpa langkah kongkrit, bisa berdampak pada terjadinya longsor dan banjir yang sangat berbahaya bagi keselamatan warga dan lingkungan.

“Jika kondisi ini tetap dibiarkan, maka yang dirugikan adalah masyarakat sendiri”, terang Syarif, warga Desa/Kecamatan Dasuk, Sumenep, Madura, Senin (29/9/2014)

Sementara Kepala Dishutbun Sumenep, Edi Sutrisno tidak menampik adanya hutan rakyat yang saat ini mengalami kritis, bahkan jumlahnya mencapai puluhan ribu hektar.

“Lahan kritis itu terjadi karena banyak pohon yang ditebang tanpa diikuti penanaman kembali”, ujarnya.

Dijelaskan Edi, hutan rakyat di Kabupaten Sumenep yang saat ini mengalami kritis mencapai 9.800 hektar. Pihaknya berharap agar masyarakat melakukan upaya bersama. Seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah berupa penanaman pohon hutan kritis.

Pihaknya mencatat, pada tahun 2013 pemerintah melalui Dishutbun setempat telah merealisasikan penanaman pohon secara kolektif, yang jumlahnya mencapai 3 juta pohon lebih tersebar di seluruh kabupaten Sumenep.
(May/Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *