Foto: MC.com

MaduraExpose.com- Matraji (50) tinggal di Jalan Kalimas, Tanjung Perak Surabaya ini sebenarnya warga Desa Paeng, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur menjalani pekerjaannya sebagai penjual air jerigen dengan menggunakan gerobak dorong.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Niat suci yang lama tertanam dalam jiwanya untuk bisa bertamu kerumah Allah (Baitullah) di tanah suci Mekkah tercapai. Sedang istri Matraji hanya berjualan mie tahu lontong.
“Alhamdulillah saya dan istri saya sudah menunaikan ibadah haji tahun lalu”, ujarnya.

Masih menurut pengakuan Matraji, biaya berangkat haji bersama istrinya dikumpulkan dari hasil pekerjaannya yang tidak seberapa.
“Selama sepuluh tahun saya sisihkan uang untuk bisa naik haji. Kalau tidak salah selama 10 tahun lamanya”, imbuhnya.

Pak Haji ini juga membeberkan, jerih payahnya sebagai pengangkut air jiregan memang tidak mudah. Tiap hari harus mengantarkan air tersebut kepada para pelanggannya yang mayoritas berdomisili di sekitar pelabuhan Ujung dan Kalimas, Tanjung Perak Surabaya.

“Tiap jiregan air saya beli seharga Rp 3 ribu kemudian dijual lagi Rp 4 ribu. Paling banyak tiap hari saya bolak balik membawa air ketempat para pelanggan”, kisahnya.

Karena jarak yang lumayan jauh dengan hanya menggunakan gerobak dorong, Matraji mengaku hanya mampu mengangkut air dari 8 hingga 10 kali.
(Mc/Fer)