Mantap, Koramil 0826/11 Terapkan Budidaya Padi Salibu

Terbit: 26 Februari 2017 | 18:37 WIB

MADURAEXPOSE.COM— Untuk memicu peningkatan beras nasional diperlukan beberapa strategi yang mana strategi tetsebut dengan menggunakan, Parluadan areal tanam dengan mencetak sawah baru, Peningkatan produktivitas lahan dan peningkatan IP (Indeks Panen).

Salah satu contohnya merupakan budidaya padi salibu, Yakni salah satu inovasi teknologi untuk memacu productivitas/peningkatan produksi serta meningkatkan produksi padi dengan peningkatan IP ( Indek Pertanaman )

dalam hal tersebut menjadi sebuah kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa Koptu Sulhan Koramil 0826/11 Batu Marmar,Pamekasan, Yang mempunyai upaya untuk mengembangkan pola tanam salibu bersama poktan menara tani di dsn. Nomeh Desa Bujur Timur Kecamatan Batu Marmar.

beberapa keuntungan yang akan didapa dengan menggunakan budidaya salibu, di antaranya adalah umur padi yang relatif lebih pendek, Kebututuhan air lebih sedikit, Biaya Produksi lebih rendah karna penghematan dalam pengelolaan tanah, Penanaman, serta kemurnian genetik lebih terpelihara.

seperti yang disampaikan oleh Kapten Arm Hariyanto selaku Komandan Koramil 0826/11 Batu Marmar kepada maduraexpose.com,bahwa tahap awal uji coba pola tanam padi salibu, diwilayah Batumatmar, pihaknya melaksanakan kegiatan tersebut di Bujur Timur dan Bujur tengah.

“Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunas akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama,tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (ibunya).” Jelasnya.

” Budidaya salibu akan meningkatkan indek panen karena, tidak lagi melakukan pengolahan tanah, persemaian dan tanam, sehingga rentang waktu produksi lebih pendek. Budidaya ini secara tidak lansung juga dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara vegetative maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama. Budidaya padi salibu akan lebih ekonomis sekitar 45 % dibanding budidaya tanam pindah,hal inilah yang meningkatkan pendapatan petani”. Imbuhnya.

Selanjutnya Arm Hariyanto Dalam kesempatan tersebut memberiakan arahan kepadan Petani ,tentang tanam pagi Salibu dengan cara memanfaatkan lahan yang baru panen, agar dilakukan beberapa langkah seperti.
1. Setelah padi panin satu minggu kemudian baru dilaksanakan pemotongan.
2. Cara memupuknya 1 minggu setelah dipotong.
3. Pupuk yang digunakan adalah Urea dan Za.

“Untuk mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi. Salibu perlu pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Unsur nitrogen merupakan komponen utama dalam sintesis protein, sehingga sangat dibutuhkan pada fase vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel. Tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik,unsur nitrogen adalah faktor penting untuk produktivitas tanaman”. Lebih lanjut Arm Hariyanto

” Semoga cara penanaman padi yg baru kita kembangkan sesuai dg harapan pemerintah dan tidak ada kendala kedepan karena di daerah Batumarmar baru tahun ini dilakukan upaya meningkatkan Indek Pertajaman dengan tanam padi 2 kali .” Tutupnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 0826/11 Batumarmar Kapten Arm Hariyanto, Babinsa Bujur Timur Koptu Sulhan, PPL Bapak Inam dan anggota Poktan Menara Tani. [lut/ADV]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *