Polda Jatim Belum Mampu Ungkap Penempel Logo PKI di Madura

Terbit: 11 Februari 2017 | 03:14 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Kepolisian dari Polda Jawa Timur mengaku belum mampu mengungkap pelaku pemasang gambar simbol palu arit, yang merupakan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kapaolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil saksi-saksi termasuk warga dan ulama. Yang jelas, lanjutnya, penempatan gambar lambang PKI itu diduga ada upaya yang dilakukan seseorang untuk mengadu domba antara aparat, ulama dan warga.

“Itu seperti ada upaya adu domba antara ulama dengan ulama, ulama dengan aparat dan lainnya. Ada ulama datang, tiba tiba muncul lambang PKI. Ini jelas upaya adu domba,” kata Irjen Pol Machfud Arifin saat melakukan pertemuan di gedung PWNU Jatim, Jumat (10/2).

Tim dari Polda Jatim, lanjutnya, sudah diterjunkan di lokasi penemuan gambar palu arit tersebut. Hanya saja, penyelidikan terkendala karena di lokasi tidak ditemukan CCTV. Sementara, saat itu juga tidak ada satu saksipun yang mengetahui siapa pemasang lambang PKI tersebut.

Sementara Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan bahwa gambar ditemukan oleh warga saat sholat subuh, dicurigai dengan pelaku yang membuat logo PKI yang ditemukan pada Rabu malam (8/2). Sebab, model dan cetakannya sama-sama menggunakan cat pilok.

Ahmad H Budiawan
(Zaenal Arifin/Aktual)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *